Liputan6.com, Jakarta - WhatsApp kabarnya sedang mempersiapkan pembaruan yang sudah lama dinanti oleh penggunanya. Disebutkan, aplikasi pesan singkat milik Meta itu sedang mengembangkan fitur penjadwalan pesan.
Fitur baru WhatsApp ini memungkinkan pengguna untuk mengirim chat secara otomatis sesuai dengan tanggal dan waktu yang sudah ditentukan.
Advertisement
Informasi ini diungkap oleh WABetaInfo. Meski terlihat sederhana, fitur ini telah lama dinantikan oleh banyak pengguna WhatsApp selama bertahun-tahun.
Mengutip WABetaInfo, Senin (23/2/2026), jejak fitur pesan terjadwal ini ditemukan dalam dua versi beta terbaru WhatsApp untuk iOS, yakni versi 26.7.10.72.
Saat ini, fitur WhatsApp tersebut masih dalam tahap pengembangan dan belum tersedia untuk diuji oleh pengguna beta. Artinya, perusahaan masih menyempurnakan sistem sebelum dirilis ke publik.
Jika resmi diluncurkan, besar kemungkinan fitur ini juga akan tersedia di Android dalam pembaruan berikutnya. WhatsApp pada biasanya merilis fitur baru secara bertahap di dua platform utama tersebut.
Selama ini, WhatsApp belum menyediakan fitur penjadwalan pesan bawaan, terutama di Android. Pengguna yang ingin mengirim pesan otomatis harus memanfaatkan aplikasi pihak ketiga.
Sementara itu, pengguna iOS dapat memanfaatkan fitur otomatisasi melalui Apple Shortcuts. Langkah ini dinilai lebih aman, namun masih tergolong rumit dibandingkan dengan WhatsApp menyediakan fitur penjadwalan pesan secara bawaan.
Menurut informasi yang beredar, fitur ini akan muncul sebagai menu khusus di dalam opsi chat atau obrolan. Nantinya, pengguna bisa melihat daftar seluruh pesan terjadwal dalam percakapan tertentu.
Tangkapan layar beredar saat ini memperlihatkan implementasi fitur itu pada obrolan grup. Meski demikian, tidak ada indikasi fitur ini akan dibatasi hanya untuk grup. Sangat mungkin WhatsApp juga menghadirkannya untuk chat individu.
Belum ada jadwal resmi peluncuran. Namun, kemunculan di versi beta menjadi sinyal kuat bahwa fitur ini tinggal menunggu waktu.
WhatsApp Uji Fitur Baru Mirip Close Friends Instagram
Sebelumnya, WhatsApp dilaporkan sedang menyiapkan fitur baru akan memberi pengguna kontrol lebih besar atas siapa saja bisa melihat pembaruan Status.
Fitur WhatsApp disebut mirip dengan Teman Dekat atau Close Friends ini sudah lama hadir di Instagram Stories sejak 2018. Konsepnya sederhana, pengguna dapat membatasi audiens tertentu untuk setiap Status dibagikan.
Informasi ini diungkap pertama kali oleh WABetaInfo setelah menemukan keberadaan fitur bernama Daftar Kustom di WhatsApp beta versi 2.26.5.11 untuk Android, sebagaimana dilansir GSMArena, Selasa (10/2/2026).
Lewat Daftar Kustom, pengguna bisa membuat beberapa kelompok audiens berbeda. Setiap Status diunggah bisa dibagikan hanya ke daftar yang dipilih. Contohnya, pengguna dapat membuat daftar khusus keluarga. Pengguna juga bisa membuat daftar lain untuk kontak profesional atau teman dekat.
Menariknya, fitur baru WhatsApp ini memungkinkan pengguna memberi nama dan emoji pada setiap daftar yang dibuat. Fitur ini dinilai serupa dengan pengaturan privasi khusus yang telah lebih dulu ditawarkan Facebook.
Fitur Baru WhatsApp Mirip Lockdown di iPhone
Di sisi lain, WhatsApp mengumumkan fitur keamanan baru bernama Advanced Account Protection yang dirancang khusus untuk pengguna berisiko tinggi. Kelompok ini mencakup jurnalis, aktivis, hingga tokoh publik yang kerap menjadi sasaran serangan siber tingkat lanjut, termasuk spyware canggih dan berbagai bentuk kejahatan digital lainnya.
Konsepnya mirip dengna Mode Lockdown di iPhone dan Advanced Protection di Android, di mana WhatsApp akan mengunci akun ke pengaturan lebih ketat hanya dalam beberapa tap.
Saat fitur keamanan WhatsApp ini aktif, sejumlah pengaturan akun akan secara otomatis disetel ke tingkat perlindungan paling ketat. Aplikasi akan memblokir lampiran dan media dari pengirim yang tidak ada di kontak.
Panggilan dari nomor asing akan dibisukan atau mute. Sejumlah pengaturan lain juga dibatasi untuk memperkecil celah serangan.
Dilansir TheHackerNews, Rabu (28/1/2026), perusahaan induk Facebook dan Instagram ini menyebut sistem keamanan WhatsApp membuat pengguna bisa meningkatkan keamanan akun secara instan tanpa perlu mengatur satu per satu.