6 Hoaks yang Beredar dalam Sepekan, Terbanyak Mencatut Nama Tokoh Terkenal

6 hoaks yang beredar dalam sepekan ini, apa saja ragamnya? Simak artikel berikut biar tak menjadi korban.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 23 Februari 2026, 21:00 WIB
Cek fakta artikel Jokowi sebut Gibran-Kaesang akan jadi Presiden-Wapres 2029

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks menjadi tantangan serius bagi masyarakat  di tengah era digital yang serba cepat, berbagai klaim menyesatkan pun kerap muncul di media sosial, menuntut kewaspadaan ekstra dari setiap individu. 

Untuk memudahkan masyarakat dalam mengenali hoaks, Cek Fakta Liputan6.com pun telah mengidentifikasi 6 hoaks dari informasi viral yang beredar dalam sepekan terakhir  Informasi bohong ini mencakup beragam topik, mulai dari kebijakan pemerintah, program bantuan sosial, hingga isu seputar pejabat negara.  Tujuan penyebaran hoaks adalh penipuan data pribadi atau penyebaran disinformasi yang dapat merugikan. 

Oleh karena itu, untuk menghindari hoaks tersebut bisa dilakukan dengan mengetahui daftar berikut ini.

1. Link Pendaftaran Haji Gratis untuk 100 Orang yang Beruntung

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran haji gratis dari pemerintah untuk 100 orang beruntung. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 12 Februari 2026.

Berikut isi unggahannya:

"Pendaftaran Haji gratis pemerintah khusus 100 orang yang beruntung tahun 2026 keberangkatan 2027,biaya keberangkatan ditanggung pemerintah Indonesia. langsung klik daftar di bawah�https://hajjdanumrah.linkpointinfo.space

Untuk mendaftar silahkan login menggunakan akun telegram dan kami akan menghubungi anda untuk melengkapi semua berkas yang di perlukan"

Unggahan menyertakan poster dengan foto Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang berisi tulisan sebagai berikut:

"MAU HAJI TANPA BIAYA?

PENDAFTARAN HAJI GRATIS KHUSUS 100 ORANG YANG BERUNTUNG DI TAHUN

PENDAFTARAN GRATIS DAN BIAYA KEBERANGKATAN DITANGGUNG OLEH PEMERINTAH

Min Umur 26 Tahun - 65 Tahun

DAFTAR SEKARANG"

Unggahan disertai menu daftar. Saat menu tersebut diklik, mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta identitas pribadi seperti nama sesuai KTP hingga nomor Telegram aktif.

Lalu benarkah klaim link pendaftaran haji gratis dari pemerintah untuk 100 orang beruntung? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini......

 

2. Link Pendaftaran Bantuan Bibit Ikan Via Telegram

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan bibit ikan via Telegram. Postingan itu beredar di salah satu akun Facebook pada 11 Februari 2026.

Berikut isi unggahannya:

"Dengan ini kami informasikan bahwa Program Bantuan Bibit Ikan telah resmi dibuka.

Silakan melakukan pendaftaran melalui link yang disediakan untuk mendapatkan bantuan bibit.

- PENDAFTARAN INI GRATIS

- ⁠DAFTAR MENGGUNAKAN NOMOR TELEGRAM

- ⁠TUNGGU PROSES SELAMA 2 HARI"

Unggahan menyertakan poster yang berisi tulisan sebagai berikut:

"BANTUAN BIBIT IKAN RESMI BAGI YANG MEMBUTUHKAN SEMUA JENIS BIBIT IKAN

DAFTAR DIRI ANDA"

Unggahan disertai menu daftar. Saat menu tersebut diklik, mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta identitas pribadi seperti nama sesuai KTP hingga nomor Telegram aktif.

Lalu benarkah klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan bibit ikan via Telegram? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

 

3.  Video Ahok Umumkan Bagi-Bagi Bantuan Dana Selama Ramadan

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengumumkan akan memberikan bantuan dana selama bulan Ramadan. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 16 Februari 2026.

Dalam unggahan video terdapat tulisan:

"BAGI BAGI BANTUAN SELAMA BULAN RAMADHAN"

Postingan turut memuat pernyataan Ahok, berikut isinya:

"Tidak terasa satu tahun berlalu begitu cepat karena sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadan bagi umat muslim, uang yang kita simpan akan menjadi warisan, tapi uang yang kita sedekahkan di bulan ramadan ini akan menjadi pembela di akhirat.

Saya akan membantu meringankan beban perekonomian di bulan Ramadan ini dengan memberi tunjangan dana tunai agar kebutuhan selama bulan Ramadan terpenuhi dan menyambut hari raya dengan layak bagi keluarga yang menerima bantuan ini.

Begitu data kalian masuk di Whatsapp, akan langsung saya transfer. Tidak ada yang direkayasa dalam program ini. Langsung menghubungi saya bagi yang membutuhkan, namun kalau tidak percaya tidak usah di komentar jangan cari masalah. Akan saya buktikan kebenarannya. Mungkin ini saja yang saya sampaikan kalau ada yang salah mohon maaf, salam."

Sedangkan caption pada unggahannya yakni:

"Program tunjangan dana bantuan modal usaha selama bulan Ramadhan"

Terdapat link kirim pesan dalam postingan yang beredar tersebut.

Lalu benarkah klaim video Ahok umumkan bantuan dana selama bulan Ramadan? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

Penelusuran Fakta

4. Video Gibran Umumkan Beri Bantuan Dana Rp 40 Juta

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengumumkan memberikan bantuan dana sebesar Rp 40 juta. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 7 Februari 2026.

Berikut isi unggahannya:

"Spesial Untuk warga Indonesia kami berikan dana sebesar Rp 40.000.000

𝗦𝗬𝗔𝗥𝗔𝗧 & 𝗞𝗘𝗧𝗘𝗡𝗧𝗨𝗔𝗡

Suka dan bagikan postingan ini 😍😇"

Unggahan berisi video berisi pernyataan Gibran, berikut isinya:

"Assalamualaikum, saya Gibran Rakabuming Raka hari ini mengumumkan kepada seluruh rakyat yang sedang membutuhkan biaya sekolah, biaya kuliah, bayar utang, modal usaha atau keluhan ekonomi, bisa langsung cair dengan hanya like share dan komentar kamu dari kota mana, sesimpel itu, asal jangan dipergunakan untuk foya foya saya akan membantu"

Lalu benarkah klaim video Gibran umumkan memberi bantuan dana sebesar Rp 40 juta? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

 

5. Video Prabowo Umumkan Pencairan Bansos Rp 7 Juta per KTP

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pencairan bantuan sosial (bansos) sebesar Rp 7 juta per NIK KTP kepada masyarakat. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 16 Februari 2026.

Dalam video unggahan yang beredar, Prabowo memakai kemeja warna putih dan peci hitam. Dia tampak sedang berpidato. Postingan juga ditambah dengan foto KTP. 

BACA JUGA:Seskab: Prabowo ke AS Bagian Diplomasi Langsung Tingkatkan Rantai Ekonomi IndonesiaBerikut isinya: 

"Saya umumkan kepada masyarakat di Indonesia bahwa bantuan sosial tahap 3 telah resmi saya cairkan, setiap NIK di KTP berisi Rp 7 juta. Bagi yang belum terima, segera verifikasi data diri melalui online, saya pastikan tepat sasaran"

Unggahan tersebut turut menyertakan caption:

"SILAHKAN DAFTAR KAN PENGATIFANNYA"

Lalu benarkah klaim video Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pencairan bansos sebesar Rp 7 juta per NIK KTP? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

 

6. Tautan untuk Mengecek Status Penerima BSU 2026

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link atau tautan untuk mengecek status penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 10 Februari 2026.

Berikut isi unggahannya:

"🔔 KABAR GEMBIRA PEKERJA!

BSU 2026 senilai Rp600.000 siap membantu kebutuhan Anda.Jangan sampai ketinggalan kesempatan ini.

👉 Buruan daftarkan diri Anda sekarang juga!"

Postingan turut menyertakan poster dengan tulisan sebagai berikut:

"BSU 2026

KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN MENYALURKAN BANTUAN SUBSIDI UPAH SENILAI Rp 600.000

CEK STATUS ANDA UNTUK PENERIMAAN BANTUAN SUBSIDI UPAH (BSU)"

Unggahan disertai menu daftar, jika diklik akan muncul link yang mengarah pada halaman situs menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi seperti nama hingga nomor Telegram.

Lalu benarkah klaim tautan untuk mengecek status penerima BSU 2026? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya