Karikatur AI Viral di Instagram dan TikTok, Pakar Ingatkan Risiko Penipuan Digital Mengintai

Tren karikatur AI viral di media sosial dinilai berisiko membuka celah penipuan digital. Ini kata tim Kaspersky.

oleh YusliansonDiterbitkan 25 Februari 2026, 06:30 WIB
Karikatur AI Viral di Instagram dan TikTok, Pakar Ingatkan Risiko Penipuan Digital Mengintai. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Liputan6.com, Jakarta - Karikatur AI belakangan ini memang sedang populer di berbagai platform media sosial (medsos), seperti Instagram, TikTik, Facebook, hingga aplikasi pesan WhatsApp. 

Cara membuat karikatur AI ini juga sangat mudah, cukup masukkan prompt “berdasarkan kehidupan, pekerjaan, hingga “semua yang diketahui AI” tentang diri mereka di ChatGPT atau Gemini AI.

Hasilnya pun beragam dan sangat menarik. Ada juga pengguna chatGPT dan Gemini AI membuat versi animasi diri mereka sendiri saat di kantor, bersama keluarga, atau menggambarkan profesi sehari-hari. 

Namun di balik visual menghibur, ada risiko serius yang mengintai. Perusahaan keamanan siber, Kaspersky, memberikan peringatan tentang bagaimana tren ini berpotensi membuka pintu penipuan digital berskala besar.

Dalam laporannya, Rabu (25/2/2026), perusahaan keamanan siber ini juga menyoroti bahaya berbagi konteks pribadi secara berlebihan kepada sistem AI.

Menurut para ahli Kaspersky, permintaan seperti “buat karikatur tentang saya berdasarkan semua yang Anda ketahui” mendorong pengguna membuka akses informasi pribadi tanpa batasan.

Terkadang, untuk menghasilkan ilustrasi lebih akurat, pengguna sering menyertakan:

  • Nama lengkap
  • Nama perusahaan dan logo
  • Jabatan
  • Kota tempat tinggal
  • Rutinitas harian
  • Hobi
  • Detail keluarga

Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky, menegaskan bahaya di balik tren ini. “Tren viral pembuatan karikatur kehidupan kita ini mungkin tampak seperti hiburan yang tidak berbahaya, tetapi sebenarnya merupakan informasi sukarela bagi penjahat siber” kata Adrian. 

Ia menambahkan, “setiap kali pengguna di Asia Pasifik memberikan detail tentang diri mereka kepada AI hanya untuk melihat ilustrasi cerdas, mereka menyerahkan cetak biru untuk serangan rekayasa sosial yang sempurna.”

Setiap potongan data ini membentuk profil digital sangat detail. Saat digabung dengan foto dan konteks personal, informasi itu dapat dimanfaatkan penjahat siber untuk menyusun serangan lebih meyakinkan.

Email phishing yang menyebut nama perusahaan atau jabatan terasa jauh lebih kredibel dibanding pesan generik, dan sering dipakai untuk membuat serangan rekayasa sosial semakin berbahaya.

 

Asia Pasifik Paling Rentan

Risiko ini dinilai sangat tinggi di kawasan Asia Pasifik, di mana tingkat adopsi AI mencapai 78 persen profesional menggunakan AI setiap minggu. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata global 72 persen.

Masalahnya, literasi teknis belum merata. Kondisi ini membuat pengguna lebih rentan terhadap phishing dan manipulasi sosial berbasis konteks personal.

“Di wilayah dengan adopsi AI terdepan namun literasi teknis yang masih tertinggal, potret digital ini menjadi peta berbahaya,” ucap Adrian. 

“Pada dasarnya kita memberi penipu ‘konteks’ mereka butuhkan untuk mengubah email phishing generik menjadi penipuan sangat personal dan meyakinkan sehingga memungkinkan untuk melewati pertahanan pengguna yang berhati-hati sekalipun.”

Data Tidak Hilang Begitu Saja

Ketika banyak pengguna ChatGPT dan Gemini AI hanya fokus pada hasil gambar akhir, foto asli, instruksi teks, riwayat penggunaan, alamat IP, hingga pola interaksi bisa saja disimpan oleh pembuat platform.

Tergantung dari kebijakan privasi platform, sebagian data atau seluruhnya bisa digunakan untuk operasional layanan atau pelatihan model AI. Artinya, informasi tidak otomatis terhapus setelah gambar dibuat.

 

Langkah Aman Ikut Tren Karikatur AI

Kaspersky menyarankan beberapa langkah praktis:

  • Hindari memasukkan nama lengkap, jabatan, perusahaan, kota, atau jadwal pribadi
  • Jangan unggah foto yang memperlihatkan logo kantor, dokumen, kartu identitas, atau plat nomor
  • Jangan bagikan detail anak atau keluarga
  • Tinjau kebijakan privasi sebelum menggunakan platform
  • Gunakan solusi keamanan digital aktif untuk meminimalkan risiko phishing

Tren karikatur AI memang terlihat kreatif dan personal. Namun setiap informasi yang Anda bagikan bisa menjadi bahan baku serangan yang lebih presisi.

Di era AI yang semakin canggih, konteks adalah senjata paling ampuh bagi pelaku kejahatan siber.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya