Pernikahan di Mesir Bisa Hancur Karena Istri Ejek Presiden Mursi

Pernikahan bukan berarti suami istri harus satu suara, termasuk soal pilihan presiden. Di Mesir, hanya karena presiden rumah tangga hancur.

oleh Melly Febrida diperbarui 03 Jul 2013, 06:00 WIB
Pernikahan bukan berarti mewajibkan pasangan suami istri harus satu suara dalam memilih presiden. Di Mesir, hanya karena presiden, rumah tangga bisa hancur. Si suami bisa memukuli istrinya bertubi-tubi bahkan sampai menghilangkan nyawanya.

Seperti dikutip Al Arabiya, Rabu (3/7/2013), seorang perempuan Mesir yang merupakan guru berusia 31 tahun sampai mengajukan gugatan cerai. Ia mengaku pasangannya yang berusia 35 tahun memukulnya hingga babak belur beberapa kali. Si suami tak terima istrinya mengejek Presiden Mohammed Mursi.

Kekerasan dalam rumah tangga yang diterima wanita itu membuatnya sering meninggalkan rumahnya dan menginap di rumah orangtuanya. Sang suami di persidangan mengaku kalau istrinya itu terus mengejek Mursi.

"Saya tak bisa hidup dengan dia lagi," kata wanita yang tak disebutkan identitasnya itu seperti dikutip dari al-Masry al-Youm.

Pasangan suami istri bukanlah pengantin baru. Keduanya telah mengarungi kehidupan rumah tangga selama 12 tahun. Namun, masalah ejekan tersebut membuat rumah tangganya selalu dihantui kekerasan. "Kami telah berjuang selama 8 bulan," katanya lagi.

Kekerasan rumah tangga yang terjadi di Mesir karena presiden Mesir ini bukan kasus pertama. Selama pemilihan presiden pada tahun lalu, seorang tukang ledeng Mesir di Alexandria memukuli istrinya yang sedang hamil hingga tewas ketika ia mengetahui istrinya itu tak memilih Mursi. Wanita itu meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit akibat luka yang dialaminya.

(Mel/*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya