Liputan6.com, Jakarta - Presiden RI Prabowo di forum pertemuan Dewan Perdamaian (Board of Peace) buatan Presiden AS Donald Trump menegaskan, Indonesia berkomitmen penuh terhadap 20 poin rencana Presiden Trump terkait Palestina.
Advertisement
"Indonesia, sejak hari pertama kami mempelajari rencana 20 poin Presiden Trump, kami sepenuhnya setuju dan kami berkomitmen penuh terhadap rencana ini. Dan itulah sebabnya kami bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace)," kata Prabowo.
Prabowo juga mengakui akan ada banyak rintangan dan kesulitan, namun dirinya tetap optimis terkait visi perdamaian sejati yang akan dicapai.
"Akan ada masalah, tetapi kita akan berhasil melaluinya. Kita akan mencapai impian kita akan perdamaian di Palestina, perdamaian, sebuah solusi yang langgeng dan damai untuk masalah Palestina dan di Gaza," ungkap Presiden Prabowo.
Dengan tegas, Prabowo mengutarakan kembali komitmennya untuk menyumbangka jumlah TNI hingga 8.000 personel jika diperlukan.
"Kami siap memberikan pasukan untuk ikut serta secara aktif dalam pasukan stabilisasi internasional demi mewujudkan perdamaian ini," katanya menutup pembicaraan.
Sebelumnya, saat pembukaan pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP), Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan puja-puji kepada Presiden Prabowo Subianto. Trump menyebut Prabowo sebagai pemimpin besar dan tangguh.
Saat membuka pertemuan tersebut di Washington DC, Kamis pagi (19/2/2026) waktu setempat, Trump menyambut satu per satu kepala negara yang hadir, termasuk Indonesia, dan menyampaikan pandangan singkatnya terhadap sang pemimpin maupun negara yang mereka pimpin.
"Inilah seorang pria yang saya amat sukai, dia adalah orang yang sangat tangguh, saya tak ingin berkelahi dengannya,” kata Trump, merujuk kepada Prabowo, sebagaimana dipantau melalui siaran daring Gedung Putih di Jakarta, Kamis malam.
Pernyataan tersebut ia sampaikan sembari menyapa Presiden Prabowo yang lantas berdiri dan menyampaikan apresiasi atas sambutan dari Trump itu.
Melanjutkan sambutannya, Trump kemudian mengungkit besarnya populasi negara Indonesia yang dipimpin Presiden Prabowo.
"Itu (Indonesia) adalah negara yang sangat besar. Anda telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dan dihormati oleh semua orang. Terima kasih banyak atas kehadiran Anda,” kata Presiden AS itu, mengekspresikan rasa tidak percayanya terhadap besarnya populasi Indonesia.
Trump menyampaikan bahwa hal tersebut membuktikan Indonesia adalah negara yang besar. Ia pun memuji Prabowo sebagai pemimpin yang bekerja dengan baik dan dihargai oleh semua orang.
Presiden AS itu turut mengucapkan terima kasihnya atas kehadiran Presiden RI dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington DC.
Ia kemudian melanjutkan sambutannya kepada Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev yang duduk tepat di samping Prabowo.
Dalam KTT perdana Dewan Perdamaian Gaza di Washington DC hari ini, Presiden Prabowo hadir memenuhi undangan Presiden Trump. Selaku tuan rumah dan inisiator BoP, Prabowo akan menyampaikan pernyataan nasional dalam pertemuan itu.
Beberapa pemimpin negara anggota lainnya juga turut hadir, antara lain dari Albania, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Kazakhstan, Hungaria, Pakistan, Paraguay, Uzbekistan, Vietnam, dan Mesir.
Susunan kegiatan acara tersebut meliputi pembukaan oleh Presiden Trump, pemaparan dari tokoh-tokoh kunci Dewan Perdamaian, pernyataan pemimpin negara anggota, kemudian diakhiri dengan pemungutan suara dan penetapan resolusi.