Liputan6.com, Jakarta - Momentum salat tarawih perdana di lokasi bekas terdampak bencana banjir, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah, Aceh, penuh makna. Para korban banjir memenuhi surau-surau yang telah dipersiapkan untuk ibadah di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
“Perasaan ibu kan senang aja menyambut bulan Ramadan. Alhamdulillah, senang aja tapi kan ada sedihnya, karena kami ini kan baru mengalami ini kan (bencana), ini pun baru bersih rumah kami,” kata penyintas bencana di kecamatan Lut Tawar, Inen Juraidah. Dikutip dari Antara, Kamis (19/2/2026).
Advertisement
Bagi masyarakat Lut Tawar, sudah menjadi tradisi menjalankan salat tarawih jemaah di surau-surau terdekat. Sementara mendekati akhir Ramadan nantinya mereka akan berjemaah di masjid.
Di kampung Toweren terdapat sejumlah surau yang terdampak banjir Sumatra. Namun beberapa surau saat ini sudah bisa digunakan.
Jelang Ramadan, para penyintas bencana memang kembali ke kediaman masing-masing dan memperbaiki sejumlah fasilitas umum yang tersisa salah satunya surau.
Di surau Miftahul Jannah di kampung Toweren Uken, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, para warga sudah bisa menjalani ibadah tarawih secara normal.
“Ini kan di kampung Toweren Uken terdampak bencana, Alhamdulillah ada banyak orang yang mengikuti tarawih,” ujar Jasman.
Pada Rabu malam, sejumlah warga melaksanakan salat tarawih perdana di surau Miftahul Jannah yang berukuran kurang lebih 10x10 meter persegi.
Bangunan di sekitar surau Miftahul Jannah umumnya rata dengan tanah akibat banjir bandang pada akhir bulan November 2025.
Selain itu masih terdapat gelondongan-gelondongan kayu yang tersisa di sekitar surau.
Saat ini dengan kondisi curah hujan deras, sungai di dekat surau Miftahul Jannah mengalami kenaikan debit air.
Lalu akses jalanan utama yang menghubungkan kampung ke kota Takengon kini terdampak longsor.