Liputan6.com, Jakarta - Delapan polisi mendapat penghargaan usai berhasil membongkar kasus penjualan 10 senjata api dinas kepada warga. Penghargaan itu diberikan oleh Wakapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo, bersamaan dengan puluhan personel berprestasi lainnya, Rabu (18/2/2026).
Delapan personel itu adalah AKBP Muhammad Andra Wardhana, AKBP Henman Limbong, Iptu Frumensius Godefridus Dinong, Ipda Junaedy Solokana, Aiptu Indra, Aipda Rocky Petrus Maziano Mure, Bripka Yakobus Drittesohn Bandur dan Bripka Delyanus Norisco Pia Paku.
Advertisement
Selain itu, 21 personel Ditpolairud dan tiga personel Biddokkes Polda NTT juga menerima penghargaan atas keberhasilan dalam penanganan kasus tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
"Sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, kita memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat," kata Baskoro.
Dia menyampaikan apresiasi kepada para personel yang telah menunjukkan dedikasi dan loyalitas luar biasa.
"Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas dan kinerja luar biasa yang telah ditunjukkan rekan-rekan sekalian. Saya berharap penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan semangat dalam menjalankan tugas," ujarnya.
Jual Senpi Dinas ke Warga
Sebelumnya diberitakan, 10 senjata api milik Polda NTT hilang di tahun 2017. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata senjata api itu dipinjamkan dan dijual ke warga.
Mirisnya, aksi itu dilakukan anggota Polri berinisial S yang diduga meminjamkan dua senjata api milik Polda NTT ke seorang warga di Bali.
"Proses hukum terhadap yang bersangkutan akan dilanjutkan," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra.
Henry mengatakan sejumlah senjata api aktif milik Polda NTT dilaporkan hilang. Hal ini diketahui setelah Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko meminta agar semua anggota yang memiliki senjata ditertibkan.
Setelah dilakukan pengecekan ternyata ada senjata yang hilang, sehingga langsung dibentuk tim atau satgas untuk mencari tahu keberadaan sejumlah senjata api tersebut.
Sementara itu Karo Logistik Polda NTT Kombes Aldinan Manurung mengatakan 10 senjata yang semula hilang itu sudah ditemukan dan sudah diamankan.