Benfica vs Madrid: Gianluca Prestianni Bantah Hina Vinicius

Insiden dugaan rasisme mencuat dalam laga playoff Liga Champions antara Benfica vs Madrid, melibatkan Vinicius Junior dan Gianluca Prestianni.

oleh ThomasDiterbitkan 18 Februari 2026, 13:31 WIB
Vinicius Junior mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni (kanan). (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan playoff Liga Champions UEFA 2025-26 leg pertama antara Benfica dan Real Madrid di Estadio da Luz, Lisbon, pada Rabu dini hari, 18 Februari 2026, diwarnai sebuah insiden kontroversial. Real Madrid berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Benfica dalam laga tersebut. Namun, sorotan utama tertuju pada dugaan insiden rasisme yang terjadi di tengah pertandingan.

Insiden tersebut mencuat setelah bintang Real Madrid, Vinicius Junior, berhasil mencetak gol pembuka pada menit ke-50. Setelah selebrasi golnya, Vinicius terlibat konfrontasi sengit dengan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. Vinicius Junior kemudian menuduh Prestianni melontarkan hinaan rasis kepadanya.

Tuduhan ini segera dilaporkan Vinicius kepada wasit François Letexier, yang kemudian mengaktifkan protokol anti-rasisme UEFA, menyebabkan pertandingan terhenti selama kurang lebih 8 hingga 11 menit. Vinicius tampak sangat terpukul dan kesal atas kejadian tersebut, meskipun akhirnya ia memutuskan untuk melanjutkan pertandingan.


Kronologi Insiden Kontroversial di Laga Benfica vs Madrid

Pemain Real Madrid Vinicius Junior merayakan gol pembuka bersama pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa pada laga play-off Liga Champions antara SL Benfica vs Real Madrid di Lisbon, Portugal, Selasa, 17 Februari 2026. (AP Photo/Pedro Rocha)

Momen krusial terjadi pada menit ke-50 saat Vinicius Junior berhasil membobol gawang Benfica, membawa Real Madrid unggul 1-0. Setelah gol tersebut, Vinicius terlihat beradu argumen dengan Gianluca Prestianni dari Benfica. Vinicius secara terbuka menuduh Prestianni mengucapkan kata-kata rasis kepadanya, dengan beberapa laporan menyebutkan kata "monyet" (mono dalam bahasa Spanyol).

Prestianni terlihat menutupi mulutnya dengan kaus saat berbicara dengan Vinicius, sebuah gestur yang kemudian menjadi sorotan. Vinicius Junior, yang merasa menjadi korban, segera melaporkan insiden tersebut kepada wasit pertandingan. Wasit François Letexier merespons dengan menghentikan sementara jalannya laga.

Penghentian pertandingan ini merupakan bagian dari protokol anti-rasisme UEFA yang bertujuan untuk menangani insiden semacam ini. Vinicius Junior sempat menunjukkan kekecewaan mendalam dengan duduk di bangku cadangan, namun ia akhirnya kembali ke lapangan untuk menyelesaikan pertandingan yang krusial bagi kedua tim.


Bantahan Tegas Gianluca Prestianni dan Reaksi Pemain Lain

Menanggapi tuduhan serius tersebut, Gianluca Prestianni dengan cepat memberikan bantahan melalui akun Instagram pribadinya. Pemain muda Benfica ini menegaskan bahwa ia tidak pernah melontarkan hinaan rasial kepada Vinicius Junior. Prestianni menyatakan bahwa Vinicius mungkin salah menafsirkan perkataannya di tengah tensi pertandingan yang tinggi.

Lanjut Baca:

"Saya ingin mengklarifikasi bahwa saya sama sekali tidak melontarkan hinaan rasial kepada pemain Vinicius Junior, yang sayangnya salah menafsirkan apa yang menurutnya ia dengar," tulis Prestianni dalam pernyataannya. Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak pernah bersikap rasis kepada siapa pun dan menyesali ancaman yang ia terima dari beberapa pemain Real Madrid. Namun, bantahan Prestianni ini berbanding terbalik dengan kesaksian beberapa pemain Real Madrid. Kylian Mbappe, yang juga bermain untuk Real Madrid, mengklaim bahwa ia mendengar Prestianni memanggil Vinicius "monyet" sebanyak lima kali dan menyerukan agar Prestianni dilarang bermain di Liga Champions. Pemain lain seperti Aurélien Tchouaméni juga mendukung Vinicius, menyatakan mendengar hinaan rasis tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya