Harga Pangan Stabil Jelang Ramadan, Minyakita Mulai Turun

Harga pangan secara nasional masih dalam kondisi relatif stabil menjelang Ramadan.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 18 Februari 2026, 11:00 WIB
Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan harga pangan secara nasional masih dalam kondisi relatif stabil menjelang Ramadan.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan harga pangan secara nasional masih dalam kondisi relatif stabil menjelang Ramadan. Berdasarkan pemantauan pemerintah melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), rata-rata harga pangan dinilai terkendali meski ada beberapa komoditas yang masih berada sedikit di atas harga acuan.

Budi menjelaskan, pemerintah secara rutin memantau perkembangan harga melalui dua kanal SP2KP yang datanya diperbarui setiap saat dan terbuka untuk publik. Dari data tersebut, ia menyebutkan sebagian besar harga kebutuhan pokok berada dalam batas wajar.

“Kalau kita lihat harga rata-rata nasional memang bagus. Memang ada yang di atas HET, misalnya Minyakita hari ini Rp16.020, sementara HET-nya Rp15.700. Tapi sebelumnya rata-rata sempat Rp16.800, sekarang sudah mengalami penurunan,” kata Budi dalam acara pasar murah di Kemendag, Rabu (18/2/2026).

Ia menambahkan, penurunan harga Minyakita dipengaruhi oleh kebijakan terbaru melalui Peraturan Menteri Perdagangan yang mewajibkan 35% BUMN pangan memasok langsung ke konsumen. Kebijakan ini dinilai efektif menahan lonjakan harga minyak goreng jelang Ramadan.

Sementara itu, harga telur ayam ras secara nasional tercatat mengalami kenaikan tipis. Saat ini, harga rata-rata nasional berada di angka Rp30.750 per kilogram, sedikit di atas harga acuan Rp30.000. Meski demikian, Budi menilai kenaikan tersebut masih dalam batas yang dapat dikendalikan.

Untuk komoditas lain, Mendag menyebut harga daging sapi dan bawang putih masih berada di bawah harga eceran tertinggi. 

“Daging sapi rata-rata nasional Rp133.618, sementara harga acuannya Rp140.000. Bawang putih rata-rata nasional Rp36.875, dengan HET Rp38.000. Artinya masih aman,” ujarnya.

 

 

Kemendag Gelar Pasar Murah Tanpa APBN Jelang Ramadan

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (27/11/2025). (Liputan6.com/Arief)

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggelar pasar murah Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).  Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Isy Karim mengatakan, kegiatan ini sepenuhnya diselenggarakan oleh koperasi di Kementerian Perdagangan. Sebagai upaya menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga terjangkau di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

“Penyelenggaraan pasar murah ini untuk pertama kalinya di lingkungan Kementerian Perdagangan tidak didukung oleh anggaran APBN. Ini murni kreasi koperasi di tengah efisiensi anggaran yang sedang kita lakukan,” ujar Isy dalam pembukaan pasar murah Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, di Kementerian Perdagangan, Rabu (18/2/2026).

Isy menjelaskan, pasar murah ini diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan sandang dan pangan bagi pegawai Kementerian Perdagangan serta masyarakat di sekitar kantor Kemendag. Sebanyak 75 tenant turut berpartisipasi, yang seluruhnya berasal langsung dari para supplier sehingga harga yang ditawarkan lebih terjangkau.

“Tenant-tenant ini hadir langsung dari supplier, jadi insya Allah harganya lebih murah dan bisa membantu masyarakat menjelang Ramadan,” katanya.

Selain supplier besar, Kemendag juga memberi ruang bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk membuka tenant. Langkah ini sekaligus menjadi ajang promosi pangan dan kuliner lokal, yang dinilai sejalan dengan kebijakan Menteri Perdagangan dalam mendorong produk dalam negeri.

 

Koperasi

Dalam kesempatan tersebut, Isy juga menyampaikan anggota Koperasi Kementerian Perdagangan akan mendapatkan voucher belanja senilai Rp 150.000 yang dapat digunakan di seluruh tenant pasar murah.

Isy menambahkan, Koperasi Pemasaran Niaga Sejahtera Kementerian Perdagangan telah berdiri sejak 1978 dan saat ini memiliki 1.210 anggota atau sekitar 42% dari total pegawai Kemendag di pusat. Ia berharap ke depan semakin banyak pegawai yang bergabung sebagai anggota koperasi.

“Koperasi ini juga sejalan dengan program prioritas Presiden terkait penguatan koperasi, termasuk semangat Koperasi Merah Putih. Masa kita pembina koperasi tapi tidak punya koperasi yang kuat,” ujarnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya