Liputan6.com, Wellington - Selandia Baru dilanda hujan deras dan angin kencang dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan satu orang meninggal dunia, banjir meluas, serta terputusnya akses ke sejumlah komunitas. Otoritas setempat melaporkan kondisi cuaca ekstrem ini telah berdampak signifikan di berbagai wilayah negara tersebut.
Badai hebat yang berlangsung sejak Jumat (13/2/2026) memicu penetapan status keadaan darurat di Pulau Utara. Dewan Regional Waikato menyatakan curah hujan yang terjadi termasuk dalam kategori sekali dalam 100 tahun, mengakibatkan banjir meluas di berbagai daerah. Demikian seperti dikutip dari laporan CNA.
Advertisement
Korban jiwa dilaporkan terjadi pada Jumat ketika seorang pria meninggal dunia setelah mobil yang dikendarainya terjebak di tengah banjir di dekat Otorohanga, Pulau Utara. Kepolisian setempat mengonfirmasi insiden tersebut sebagai dampak langsung dari kondisi cuaca ekstrem.
Setelah menghantam wilayah utara, badai terus bergerak ke selatan. Pada Senin (16/2), badai mencapai ibu kota Wellington sebelum melanjutkan pergerakannya menuju Christchurch di Pulau Selatan pada Selasa (17/2).
Dampak badai juga dirasakan pada pasokan listrik. Operator energi PowerCo melaporkan sekitar 10.000 rumah tangga di wilayah selatan Pulau Utara mengalami pemadaman listrik pada Selasa. Sementara itu, perusahaan listrik Orion menyatakan lebih dari 200 rumah tangga di Banks Peninsula, di luar Christchurch, juga mengalami pemadaman.
Di dekat Wellington, wilayah Lake Ferry di kawasan Wairarapa terisolasi setelah satu-satunya akses jalan menuju kota tersebut terputus akibat terjangan air. Media nasional RNZ melaporkan warga membentuk rantai manusia untuk menyalurkan pasokan kebutuhan melintasi jembatan yang rusak akibat banjir.
Kondisi serupa juga terjadi di Akaroa, kota di luar Christchurch, yang pada Selasa terisolasi karena banjir dan longsoran tanah di jalan raya menuju wilayah tersebut. Badan Transportasi Selandia Baru mengonfirmasi gangguan akses tersebut.
Badan meteorologi nasional, MetService, menyatakan angin yang menerjang Wellington pada Senin merupakan yang terkuat sejak 2013. Tercatat, kecepatan hembusan angin di kota itu mencapai 193 kilometer per jam.
Hingga Selasa, otoritas dan instansi terkait masih menangani dampak badai yang meluas, termasuk pemulihan akses jalan dan pemulihan pasokan listrik di wilayah terdampak.