Liputan6.com, Jakarta - Perayaan Imlek 2026 jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Saat perayaan Imlek identik dengan kombinasi ship dan elemen tahun baru. Memasuki tahun baru ini dimulai Tahun Kuda Api. Lalu bagaimana prediksi pasar saham saat Tahun Kuda Api?
Mengutip riset Kiwoom Sekuritas, memasuki Tahun Kuda Api yang eksplosif menandai titik infleksi bagi pasar modal Indonesia. Di tengah residu volatilitas akibat tantangan transparansi dan friksi regulasi, pasar mengantisipasi gelombang reformasi struktural yang akan mengkalibrasi ulang pondasi pasar, mengubah tantangan kelola menjadi momentum penguatan integritas pasar.
Advertisement
Dalam riset Kiwoom Sekuritas bertajuk 2026 Year of Fire Horse Outlook, A Year of Fire: Ignite the Pace juga menyoroti posisi Indonesia di antara raksasa ekonomi Amerika Serikat (AS) yang diprediksi berekspansi hingga USD 31,8 triliun dan China tembus USD 20,7 triliun. Sedangkan Indonesia masih akan mengekor di USD 1,6 triliun. Sementara itu, Produk Domestik Bruto (PDB) Global diprediksi menembus USD 123,6 triliun.
Memasuki Tahun Kuda Api ini, dalam riset Kiwoom Sekuritas menyebutkan mengenai pasar akan didominasi oleh entitas yang berani mengambil ruang. “Proyek dengan cerita masa depan dan prospek pertumbuhan yang kuat akan mendapatkan valuasi premium,” demikian seperti dikutip Selasa, (17/2/2026).
Seiring memasuki Tahun Kuda Api, dalam riset Kiwoom Sekuritas menyebutkan strategi buy and hold tradisional akan tergerus oleh inflasi dan volatilitas. “Pasar akan bergerak dalam rotasi sektor yang sangat cepat. Keuntungan maksimal diraih melalui active rebalancing dan momentum play,” demikian seperti dikutip.
Rekomendasi Saham
Selain itu, Kiwoom Sekuritas juga melihat 2026 menuntut pergeseran radikal dari strategi pasif menuju agresivitas stock picking. Pasar tidak lagi bergerak serentak, melainkan didominasi oleh emiten dengan narasi pertumbuhan kuat dan likuiditas tinggi sebagai indikator utama.
"Dalam lanskap yang berorientasi pada momentum ini, sektor defensif kehilangan daya tariknya sebagai mesin pertumbuhan, beralih fungsi semata-mata sebagai instrument lindung nilai untuk meredam volatilitas,”
Sejumlah saham pun menjadi pilihan Kiwoom Sekuritas pada 2016 antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk (INKP), dan PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL).
Selain itu, ada PT Jafpa Comfeed Tbk (JPFA), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT RMK Energy Tbk (RMKE).
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.