Pria Tewas Terseret Kereta di Rel Dolok Merangir, Begini Pengakuan Masinis

Seorang pemuda bernama Heri Irawan (24) ditemukan tewas dengan kondisi tubuh rusak parah usai tertemper Kereta Api jurusan Medan-Pematang Siantar.

oleh Reza EfendiDiterbitkan 17 Februari 2026, 16:32 WIB
Seorang pemuda bernama Heri Irawan (24) ditemukan tewas dengan kondisi tubuh rusak parah usai tertemper Kereta Api jurusan Medan-Pematang Siantar. (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah tragedi memilukan terjadi di perlintasan kereta api Dolok Merangir, Kabupaten Simalungun, Selasa pagi (17/2/2026). Seorang pemuda bernama Heri Irawan (24), warga Desa Limbong, Serdang Bedagai, ditemukan tewas dengan kondisi tubuh rusak parah usai tertemper Kereta Api (KA) R2802 jurusan Medan-Pematang Siantar.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.45 WIB ini menyisakan duka mendalam sekaligus pemandangan mengerikan di lokasi kejadian.

Kapolsek Serbalawan, AKP Gunawan Sembiring, mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan masinis KA, Andi Purnama, korban terlihat berada langsung di jalur rel saat kereta melintas di KM 26+5/6 petak jalan Baja Linggei-Dolok Merangir. 

Masinis mengaku telah memberikan peringatan berkali-kali melalui klakson (semboyan 35), namun korban tidak berpindah tempat.

"Berdasarkan keterangan masinis, korban berada di jalur rel dalam posisi jongkok dengan kedua tangan memegang kepala. Karena jarak yang sudah dekat, kecelakaan tidak terhindarkan," jelas AKP Gunawan.

Lokasi kejadian merupakan areal perkebunan yang sangat gelap saat dini hari karena minimnya lampu penerangan. Kondisi ini diduga membuat jarak pandang terbatas, baik bagi masinis maupun orang di sekitar rel.

 

 

Keluarga Tolak Autopsi

Seorang pemuda bernama Heri Irawan (24) ditemukan tewas dengan kondisi tubuh rusak parah usai tertemper Kereta Api jurusan Medan-Pematang Siantar. (Foto: Istimewa)

Dampak benturan tersebut sangat fatal. Tim personel Polsek Serbelawan yang melakukan olah TKP harus mengumpulkan bagian tubuh korban yang terpencar cukup jauh. Korban mengalami luka berat, kepala pecah, dan tangan terputus.

“Bagian tubuh korban ditemukan terpisah sejauh kurang lebih 380 meter dari titik awal benturan,” terang Gunawan.

Setelah dievakuasi ke RSUD Djasamen Saragih, pihak keluarga korban meminta agar tidak dilakukan prosedur autopsi. Mereka menyatakan telah mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai murni kecelakaan akibat tertemper kereta api.

"Pihak keluarga merasa yakin akan penyebab kematian korban dan telah menuangkannya dalam surat pernyataan resmi," tambah Gunawan.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat untuk tidak beraktivitas di sepanjang jalur rel kereta api, terutama di area yang minim penerangan dan pengawasan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya