Sore Ini, Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 1447 H di Hotel Borobudur

Kemenag mengumumkan 1 Ramadan 1447 Hijriah setelah menggelar sidang Isbat.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 17 Februari 2026, 07:53 WIB
Ilustrasi Pemantauan rukyatul Hilal 1 Syawal 1444 H (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang Isbat penetapan 1 Ramadan 1447 hijriah pada Selasa, 17 Februari 2027. Mengutip informasi resmi dari akun Instagram Kemenag, sidang akan dibagi ke dalam tiga sesi.

Pertama, seminar posisi hilal pada pukul 16.30 WIB. Kedua, pelaksanaan sidang isbat, pada pukul 18.30 WIB. Ketiga, konferensi pers penetapan 1 Ramadan 1447 hijriah pada pukul 19.05 WIB.

Diketahui, semua tahapan dilakukan secara terbuka dan dapat disaksikan melalui channel YouTube Bimas Islam TV dan Kementerian Agama RI juga platform sosial media Bimas Islam. Kecuali pada sesi pelaksaan sidang isbat yang dihelat secara tertutup.

Sidang Isbat Tak Digelar di Kantor Kemenag

Sebagai informasi, yang berbeda dari sidang isbat kali ini tidak dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama yang berlokasi di Thamrin Jakarta, melainkan Hotel Borobudur Jakarta.

Kementerian Agama beralasan lokasi tidak dilangsungkan di kantor Kemenag karena alasan kapasitas.

"Merujuk surat Direktur Urusan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag, guna penyesuaian kapasitas ruang, pelaksanaan Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H/2026 M dialihkan dari Auditorium H.M. Rasjidi, Gedung Kemenag JI. MH Thamrin, ke Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Demikian dan terima kasih," kata Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama.

Potensi Perbedaan Penetapan 1 Ramadan 2026

Perbedaan tanggal penetapan awal Ramadan bisa saja terjadi. Hal ini terlihat dari fakta bahwa Muhammadiyah telah memperkirakan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026, sementara pemerintah baru memutuskan setelah sidang Isbat pada hari ini.

Jika hasil rukyatul hilal pemerintah menunjukkan hilal belum terlihat atau belum memenuhi kriteria, maka pemerintah bisa menunda awal Ramadan satu hari. Akibatnya, ada kemungkinan perbedaan awal puasa antara warga Muhammadiyah dan umat yang mengikuti keputusan pemerintah.

Berikut rangkuman prakiraan 1 Ramadan 1447 Hijrah menurut pemerintah, NU, dan Muhammadiyah.

Muhammadiyah: Menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal. Muhammadiyah melalui Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 menetapkan 1 Ramadan 2026 jatuh pada Rabu, 18 Februari, kemudian 1 Syawal 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Nahdlatul Ulama (NU): Umumnya mengacu pada kombinasi rukyatul hilal dan hisab, sehingga bisa berbeda satu hari dari Muhammadiyah. Almanak 2026 rilisan Lembaga Falakiyah (LF) PCNU Kabupaten Bojonegoro memperkirakan 1 Ramadan 2026 jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Adapun Idulfitri, diprediksi bertepatan dengan Sabtu, 21 Maret 2026 M.

Pemerintah Indonesia: Sidang Isbat mengakomodasi laporan pengamatan hilal dan hasil perhitungan astronomi nasional. Diperkirakan 1 Ramadan 2026 jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, dan 1 Syawal 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Meski demikian, pemerintah menghimbau masyarakat saling menghormati perbedaan dan menunggu pengumuman resmi Sidang Isbat sebagai acuan nasional, dengan prinsip toleransi dan ukhuwah Islamiyah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya