Liputan6.com, Jakarta - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau harga emas Antam hari ini merosot pada Senin, 16 Februari 2025. Harga emas Antam hari ini lebih murah Rp 14.000 menjadi Rp 2.940.000 per gram.
Mengutip laman logammulia.com, harga emas Antam sebelumnya diperdagangkan di Rp 2.954.000 per gram. Sementara itu, harga buyback emas Antam juga ikut merosot. Hari ini harga buyback emas Antam dibanderol Rp 2.728.000 atau turun Rp 13.000. Harga buyback ini adalah jika Anda ingin menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.728.000 gram.
Advertisement
Untuk diketahui, harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026 di harga Rp 3.168.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam di angka Rp 2.989.000 per gram.
Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.
Daftar Harga Emas Antam
Berikut daftar harga emas Antam Senin, 16 Februari 2026 untuk pengiriman Gedung Antam:
- Harga emas 0,5 gram: Rp 1.520.000.
- Harga emas 1 gram: Rp 2.940.000.
- Harga emas 2 gram: Rp 5.830.000.
- Harga emas 3 gram: Rp 8.727.000.
- Harga emas 5 gram: Rp 14.515.000.
- Harga emas 10 gram: Rp 28.950.000.
- Harga emas 25 gram: Rp 72.210.000.
- Harga emas 50 gram: Rp 144.255.000.
- Harga emas 100 gram: Rp 288.760.000.
- Harga emas 250 gram: Rp 720.590.000.
- Harga emas 500 gram: Rp 1.440.900.000.
- Harga emas 1.000 gram: Rp 2.880.600.000.
Harga Emas Diramal Tembus Rp 3 Juta Lagi Pekan Ini, Siap-Siap!
Sebelumnya, pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia dan logam mulia masih berpotensi bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan, Senin hingga Jumat, dipengaruhi faktor geopolitik, politik Amerika Serikat, kebijakan bank sentral, serta dinamika suplai dan permintaan.
Ia menyampaikan, pada penutupan Sabtu pagi, harga emas dunia berada di level USD 5.042 per troy ons, sementara logam mulia di dalam negeri dipatok Rp 2.954.000 per gram.
“Untuk Emas Dunia sendiri, tadi pagi, ya Sabtu pagi ditutup di USD 5.042 per troy on. Kemudian Logam Mulianya di Rp 2.954.000,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (16/2/2026).
Ibrahim menjelaskan, apabila harga emas dunia mengalami penurunan, maka support pertama berada di USD 4.947 per troy ons dengan potensi harga logam mulia di Rp 2.920.000. Jika kembali melemah, support kedua berada di USD 4.818 per troy ons dan logam mulia diperkirakan di Rp 2.860.000.
Sebaliknya, jika harga emas dunia menguat, resisten pertama diproyeksikan di USD 5.134 per troy ons dengan harga logam mulia berpeluang menyentuh Rp 3.000.000 per gram. Sementara resisten kedua berada di USD 5.245 per troy ons dengan estimasi logam mulia di Rp 3.150.000.
Menurutnya, fluktuasi harga emas dan logam mulia dipicu sejumlah faktor utama, yakni ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dinamika politik di Amerika Serikat, arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, serta aksi pembelian logam mulia oleh Bank Sentral Tiongkok.
Inflasi AS
Ia menyoroti meningkatnya ketegangan setelah adanya indikasi persiapan serangan terhadap Iran di Timur Tengah, yang dinilai dapat mendorong kenaikan harga emas.
Dari sisi politik AS, pasar disebut masih merespons penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed, di tengah data tenaga kerja yang dinilai cukup baik namun masih berada di bawah tekanan.
Di sisi kebijakan moneter, inflasi inti AS Januari 2026 tercatat naik 2,4 persen, lebih rendah dari konsensus 2,5 persen dan melambat dibanding Desember 2025. Kondisi ini dinilai membuka peluang penurunan suku bunga, yang berpotensi berdampak positif terhadap harga emas dunia dan logam mulia.
Pembelian Logam Mulia oleh China
Selain itu, pembelian logam mulia oleh Bank Sentral Tiongkok untuk memperkuat cadangan devisa juga disebut menjadi faktor pendorong permintaan. Meski terdapat kekhawatiran spekulasi di pasar, peningkatan cadangan devisa Tiongkok terutama pada logam mulia dinilai menunjukkan tren kenaikan permintaan.
“Ini membuktikan bahwa permintaan untuk logam mulia terus mengalami kenaikan bahkan ya untuk mencapai akhir tahun untuk mencapai USD 6.500 kemungkinan akan terjadi,” pungkasnya.