Incar Pasar Global, IAS Hospitality Gandeng PPG Tawarkan Layanan Lounge Premium

Membidik pasar global, IAS Hospitality Indonesia berkolaborasi memanfaatkan jaringan Plaza Premium Group.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 15 Februari 2026, 17:40 WIB
Incar pasar global, PT IAS Hospitality Indonesia gandeng jaringan executive lounge independen terbesar di dunia, Plaza Premium Group (PPG). (Foto: Liputan6.com/Pramita T)

Liputan6.com, Jakarta - Incar pasar global, PT IAS Hospitality Indonesia gandeng jaringan executive lounge independen terbesar di dunia, Plaza Premium Group (PPG), untuk menyuguhkan ruang tunggu penumpang pesawat di puluhan bandara di Indonesia. 

Direktur Komersial IAS Hospitality Indonesia, Ariadevi Hermani mengungkapkan, sebenarnya kerja sama yang terjalin ini bukan pertama kali, melainkan sudah terjalin sejak 2018. Yakni dalam bentuk Saphire-Plaza Premium Lounge, di Terminal 3 Keberangkatan Internasional. 

"Kami dengan PPG bukanlah hal baru, kami sudah bermitra sejak 2018, Saphire di Terminal 3 Soekarno Hatta ini jadi back bound kami untuk ke tahap selanjutnya,"ungkapnya.

Ke depan, kolaborasi ini akan memanfaatkan jaringan lounge PPG yang tersebar di berbagai bandara internasional di dunia. Seperti Singapore Changi, Dubai Internasional, London Heathrow, Toronto Pearson, dan Dallas Fort Worth.

"Sebaliknya, pelanggan global PPG yang bepergian ke Indonesia juga dapat menikmati layanan lounge premium melalui jaringan nasional IASH di bandara-bandara yang belum memiliki operasional langsung PPG,"tutur Ariadevi.

Sebab, lanjut Ariadevi, Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara, bila dilihat dari sisi volume penumpang. Data pemerintah menunjukan, Indonesia mencatat setidaknya 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025.

"Di tahun ini, diproyeksikan, kunjungan internasional mencapai 17,6 juta. Ini menunjukan tren pertumbuhan perjalanan masuk yang berkelanjutan,"katanya 

Bukan hanya itu, perjalanan orang Indonesia keluar negeri juga signifikan. Dengan destinasi populer seperti Arab Saudi, Malaysia, Singapura, Tiongkok, Kamboja, Australia dan sebagainya.

"Di negara-negara itu ada jaringan PPG di ruang tunggu penumpang bandaranya, kami pun begitu sama di dalam negeri. Secara garis besar, South Asia merupakan pasar strategos bagi bisnis ini, terlebih Indonesia yang memiliki pasar wisata yang terus berkembang,"ujarnya.

 

 

30 Bandara Berstatus Internasional, InJourney Rayu Maskapai Buka Rute Baru

Kedatangan wisatawan mancanegara pertama dari Jepang di Bandara Soekarno Hatta, Banten, Tangerang, pada 1 Januari 2026. (dok. Biro Komunikasi Publik Kemenpar)

Sebelumnya, sebanyak 30 bandara kelolaan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) masuk dalam daftar bandara internasional. Selain kelengkapan dokumen, maskapai juga diminta segera menjajaki rute baru.

Direktur Operasi InJourney Airports, Agus Haryadi menyebut pihaknya sedang mempersiapkan sederet dokumen yang dibutuhkan dalam proses pengalihan status itu. Selain itu, peningkatan fasilitas bandara pun turut jadi perhatian.

“Selain pemenuhan terhadap dokumen yang dipersyaratkan serta infrastruktur dan fasilitas di bandara untuk operasional dan layanan penerbangan internasional, kami juga menjalin koordinasi dengan stakeholder antara lain Kantor Imigrasi, Bea dan Cukai, serta Karantina,” ujar Agus dalam keterangan resmi, Senin (25/8/2025).

Selain dokumen administrasi dan fasilitas bandara, Agus mengajak maskapai penerbangan untuk segera menjajaki peluang rute-rute internasional baru. Apalagi berkaitan dengan titik-titik baru bandara internasional.

“Tentunya dibutuhkan juga peran maskapai penerbangan dalam menjajaki dan membuka rute internasional ke bandara-bandara InJourney Airports yang ditetapkan sebagai bandara internasional,” tuturnya.

Sebagai informasi, penetapan bandara internasional tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 Tahun 2025 tentang Penetapan Bandar Udara Internasional. Total ada 36 bandara yang ditetapkan berstatus internasional, 30 diantaranya dikelola oleh InJourney Airports.

 

 

 

Buka Peluang Ekonomi

Sebanyak 14.464 penerbangan di Bandara Internasional Soekarno Hatta, tercatat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 periode H-7 hingga H+5 Natal. Jumlah tersebut ternyata meningkat hingga 5,85 persen dibandingkan tahun 2024.

Sementara itu, Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi menyampaikan penetapan status bandara internasional bisa membuka peluang dampak ekonomi ke daerah.

“Kami juga optimistis implementasi kebijakan ini akan memberi dampak positif terhadap peningkatan trafik penumpang dan penerbangan internasional dari dan ke Indonesia," kata dia.

"Hal ini diharapkan akan memberikan multiplier effect positif terhadap pertumbuhan di sektor pariwisata, industri, perdagangan, dan ekonomi nasional maupun daerah,” imbuh Pahlevi.

Sebagai tambahan informasi, sepanjang tahun 2024 InJourney Airports melayani sebanyak 38 juta pergerakan penumpang rute internasional dan 224 ribu pergerakan pesawat rute internasional.

Jumlah trafik rute internasional tahun 2024 tersebut mengalami pertumbuhan yang signifikan dibandingkan dengan trafik tahun 2023, masing-masing sebesar 22 persen untuk pergerakan penumpang dan 14 persen untuk pergerakan pesawat.

Sedangkan untuk periode Januari hingga Juli 2025, InJourney Airports tercatat melayani hingga 23,3 juta pergerakan penumpang rute internasional dan 138 ribu pergerakan pesawat rute internasional, atau tumbuh sebesar 10 persen untuk jumlah pergerakan penumpang dan 9 persen untuk jumlah pergerakan pesawat dibandingkan dengan trafik periode yang sama pada 2024.

 

 

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya