Biar Ramping, Danantara Bakal Konsolidasi 3 BUMN Reasuransi

Danantara akan merampingkan BUMN Reasuransi guna menguatkan dan meminimalkan risiko yang ada

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 15 Februari 2026, 18:00 WIB
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Danantara berencana melakukan perampingan terhadap BUMN Reasuransi guna menguatkan dan meminimalkan risiko yang ada. Para BUMN itu adalah PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re), PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure), dan PT Reasuransi Nasional Indonesia (Nasre).

COO Danantara, Dony Oskaria mengatakan, langkah yang akan dilakukan ada likuidasi dan merger. Apapun itu, tujuannya untuk membuat satu BUMN Reasuransi yang kokoh.

“Sehingga nanti kita punya satu perusahaan cukup, tapi kuat,” ucapnya usai Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, penyatuan ini tidak hanya meminimalkan risiko tapi juga membuat pemerintah lebih mudah untuk mengaturnya.

“Jadi kita punya satu aja, lebih manageable, lebih terkontrol, risikonya lebih misalnya kita tangani kan, itu yang paling penting,” jelasnya.

Danantara Siapkan Konsolidasi BUMN Galangan Kapal

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah menyiapkan konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) galangan kapal guna memperkuat kapasitas industri perkapalan nasional, khususnya produksi kapal tangkap bagi nelayan.

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan, proses konsolidasi tersebut akan dipimpin oleh perusahaan galangan kapal nasional PT PAL Indonesia dan ditargetkan rampung pada paruh pertama tahun ini.

"Konsolidasinya saya pastikan bahwa tahun ini selesai, dan mungkin semester satu sudah selesai untuk konsolidasi galangan kapal kita," ujar Dony ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (12/2/2026).

 

Tingkatkan Kapasitas Produksi

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria.

Ia menjelaskan, langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi galangan kapal nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja baru. Permintaan terhadap kapal produksi dalam negeri diproyeksikan meningkat seiring fokus pemerintah dalam pemberdayaan sektor nelayan.

"Ini akan banyak membuka lapangan pekerjaan baru bagi teman-teman kita, saudara-saudara kita yang baru lulus di Teknik Perkapalan dan lain sebagainya," ujar dia.

Dony menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pengelolaan BUMN untuk memperkuat peran negara dalam mendorong ekonomi kerakyatan.

Selain itu, penguatan industri galangan kapal juga diharapkan mampu mendukung pengembangan sektor perikanan dari hulu hingga hilir. "Dengan ini, kita mengoptimalkan dan melakukan pembaruan terhadap kemampuan negara kita sendiri dalam mengelola hasil laut kita. Itu akan banyak sekali manfaat ekonominya ke depan," ujar dia.

 

PT PAL Indonesia Jadi Lead Integrator

PT PAL Indonesia resmi meluncurkan Bard Mounted Power Plant (BMPP) Nusantara II. (Foto: PT PAL Indonesia)

PT PAL Indonesia bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah mematangkan skema konsolidasi galangan kapal nasional. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat struktur industri perkapalan dalam negeri sekaligus membangun ekosistem maritim yang lebih berdaya saing.

Skema konsolidasi tersebut mencakup penggabungan galangan kapal milik BUMN dan swasta, pengaturan model pembiayaan, hingga penataan sumber daya manusia (SDM). Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan pembahasan teknis saat ini terus dilakukan bersama Danantara agar program tersebut dapat segera diimplementasikan.

“Salah satunya terkait SDM. Kita akan melakukan asessmen secara total. Kita harus menghasilkan tim yang memang memiliki kapasitas dan kapabilitas, karena yang kita harapkan membangun industri maritim dan ekosistemnya,” tegas Kaharuddin usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat Komisi VI bersama Holding Industri Pertahanan Defend ID, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (12/2/2026).

Sebagai bagian dari kebijakan pemerintah, Danantara telah menugaskan PT PAL sebagai lead integrator industri perkapalan nasional. Penugasan ini bertujuan memenuhi kebutuhan kapal nasional yang diproyeksikan mencapai ribuan unit dalam 10 tahun ke depan, sekaligus menekan ketergantungan impor kapal.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya