Zulhas Sebut 80 Ribu Kopdes Bisa Serap 1,6 Juta Tenaga Kerja Langsung: Rata-rata 1 Koperasi 20 Orang

Zulhas menyampaikan setiap koperasi desa akan menyerap sedikitnya 20 tenaga kerja langsung. Dengan target 80.000 koperasi, jumlah pekerja akan mencapai jutaan.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 15 Februari 2026, 09:32 WIB
Menko Pangan, Zulhas saat meninjau pelaksanaan Musyawarah Desa Kelurahan Khusus (Musdesus) dan Unit Usaha Koperasi Desa Merah Putih di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (30/4/2025). (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan program Koperasi Desa Merah Putih berpotensi menyerap 1,6 juta lapangan pekerjaan dan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi rakyat. Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto menargetkan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih hingga 2029.

Zulhas menyampaikan setiap koperasi desa diperkirakan menyerap sedikitnya 20 tenaga kerja langsung. Dengan target 80.000 koperasi, jumlah pekerja yang terlibat akan mencapai jutaan orang.

"Rata-rata satu koperasi desa Merah Putih akan menyeret tenaga kerja langsung sekitar 20 orang. Jadi kalau 80.000 koperasi terbangun, dia akan menyeret tenaga kerja langsung kira-kira 1,6 juta," kata Zulkifli Hasan dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI, Minggu (15/2/2025).

Dia menuturkan angka tersebut belum termasuk tenaga kerja tidak langsung dari berbagai mitra usaha yang terlibat dalam ekosistem koperasi. Mitra tersebut mencakup peternak, penggemukan ayam, pembudidaya bioflok, petani sayur dan buah, hingga pelaku UMKM.

Selain membuka lapangan kerja, Kopdes Merah Putih juga diyakini mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa. Zulhas mencontohkan, implementasi koperasi di wilayah Bantul mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa hingga 11-12 persen.

Ia menegaskan, koperasi desa akan berperan penting dalam memotong rantai pasok yang selama ini panjang dan tidak efisien. Kondisi tersebut kerap membuat petani menerima harga rendah, sementara konsumen harus membayar lebih mahal.

"Selama ini rantai pasok dari produsen ke distributor, agen, sampai pengecer terlalu panjang. Akibatnya, petani pendapatannya kecil, tapi harga di konsumen tinggi," jelas dia.

Melalui Kopdes Merah Putih, distribusi akan dipangkas sehingga hasil produksi dapat langsung ditampung koperasi di desa, lalu disalurkan ke konsumen atau pasar yang lebih luas. Sistem ini diharapkan membuat harga lebih adil bagi produsen sekaligus lebih terjangkau bagi masyarakat.

 

Pusat Ekonomi Baru

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) usai acara Peluncuran dan Dialog Percepatan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih bersama Kepala Desa se-Jawa Timur, Gedung Jatim Expo Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (30/4/2025).

Pemerintah juga menargetkan setiap desa memiliki pusat-pusat ekonomi baru melalui koperasi tersebut.

Zulhas optimistis program tersebut akan menjadi peluang besar bagi masyarakat desa, baik dalam penyerapan tenaga kerja maupun peningkatan kesejahteraan.

"Indonesia tidak mungkin terang hanya satu obor di Monas. Indonesia akan terang kalau setiap lilin di desa menyala terang. Itulah Kopdes, gerakan ekonomi rakyat yang diharapkan tumbuh di setiap desa," tutur Zulhas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya