Liputan6.com, Jakarta - Salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, menyuarakan kekhawatirannya terhadap arah perkembangan prediction market saat ini. Menurutnya, sektor tersebut berisiko terjebak pada spekulasi jangka pendek, alih-alih membangun manfaat finansial yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Dalam unggahan terbarunya di X, dikutip dari U Today, Minggu (15/2/2026), Buterin mengakui bahwa prediction market telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Volume perdagangan kini cukup besar untuk menopang partisipasi profesional.
Advertisement
Selain itu, platform prediction market juga kerap melengkapi peran media tradisional dengan mengumpulkan informasi prediktif mengenai berbagai peristiwa di masa depan.
Namun, Buterin memperingatkan bahwa sebagian besar aktivitas kini semakin terkonsentrasi pada taruhan harga kripto jangka pendek dan model perjudian ala olahraga.
“Area tersebut memang menarik dalam waktu singkat, tetapi memiliki nilai informasi dan manfaat sosial yang terbatas,” ungkapnya.
Dominasi Taruhan Jangka Pendek Jadi Masalah
Menurut Buterin, tren tersebut membuat prediction market kehilangan potensi besarnya sebagai alat analisis risiko dan pengambilan keputusan berbasis data.
Ia menilai, jika hanya berfokus pada spekulasi, platform prediction market akan sulit berkembang menjadi infrastruktur keuangan yang kuat dan berkelanjutan.
Kondisi ini juga dikhawatirkan dapat menggeser tujuan awal prediction market sebagai sarana memprediksi dan mengelola ketidakpastian dunia nyata.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Ketergantungan pada Trader yang Rugi
Buterin kemudian menjelaskan persoalan struktural dalam prediction market, yakni kebutuhan akan peserta yang terus merugi agar trader yang lebih berpengalaman bisa meraih keuntungan.
Ia membagi pengguna ke dalam tiga kategori utama, yaitu spekulan pemula, pembeli informasi institusional, dan pelaku lindung nilai (hedger).
Menurutnya, model yang saat ini dominan sangat bergantung pada trader yang kurang berpengalaman.
“Meskipun tidak sepenuhnya tidak etis, pendekatan ini bisa mendistorsi insentif platform, karena mendorong peningkatan volume transaksi dibanding kualitas informasi,” jelasnya.
Sementara itu, model pembelian informasi oleh institusi juga menghadapi tantangan. Ketika informasi sudah tercermin dalam harga pasar, data tersebut menjadi milik publik, sehingga mengurangi minat satu pihak untuk membiayainya secara besar-besaran.
Prediction Market sebagai Alat Lindung Risiko
Sebagai solusi, Buterin mengusulkan agar prediction market dikembangkan menjadi alat lindung nilai yang lebih luas.
Dalam konsep ini, pengguna bersedia menerima potensi kerugian kecil demi mengurangi risiko eksternal yang lebih besar.
Sebagai contoh, investor yang memiliki saham perusahaan bioteknologi dapat memanfaatkan prediction market berbasis pemilu untuk melindungi diri dari risiko kebijakan politik yang merugikan sektor tersebut.
Dengan cara ini, investor tidak sekadar mencari keuntungan, tetapi meningkatkan stabilitas portofolio secara keseluruhan.
Menuju Stabilitas Ekonomi Personal
Buterin juga memperluas gagasannya dengan menyebut prediction market berpotensi menjadi alat stabilisasi ekonomi personal di masa depan.
Alih-alih mengandalkan stablecoin berbasis mata uang fiat, pengguna bisa memiliki kombinasi aset yang disesuaikan dengan kebutuhan belanja mereka di masa depan.
Dalam sistem ini, aset pertumbuhan seperti ETH atau saham yang ditokenisasi dapat dikombinasikan dengan posisi prediction market untuk menjaga daya beli.
Seiring waktu, pendekatan tersebut dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap sistem mata uang konvensional.
Buterin juga mengusulkan agar prediction market menggunakan aset produktif atau berbunga sebagai denominasi, sehingga menarik minat investor institusional dan modal besar.
Ia menegaskan bahwa platform perlu memprioritaskan pembangunan infrastruktur keuangan jangka panjang, bukan sekadar mengejar popularitas sesaat.
Pertumbuhan Pesat dan Tantangan Keamanan
Dalam laporan terbarunya, perusahaan keamanan blockchain CertiK mencatat bahwa prediction market tumbuh hingga empat kali lipat dalam setahun terakhir.
Menurut laporan tersebut, prediction market berkembang dari produk niche menjadi alat keuangan yang banyak digunakan sepanjang 2025.
CertiK juga menyoroti bahwa likuiditas pasar terkonsentrasi pada beberapa platform utama, seperti Kalshi, Polymarket, dan Opinion.
Meski mengalami pertumbuhan pesat, sektor ini juga menghadapi berbagai kelemahan struktural. Pada akhir 2025, layanan autentikasi pihak ketiga yang digunakan Polymarket sempat mengalami kebocoran data.
Walau kontrak pintar tidak terdampak, insiden tersebut menunjukkan bahwa desain hybrid Web2-Web3 masih menyimpan risiko terpusat.
CertiK memproyeksikan minat institusional akan terus meningkat, diiringi dengan kejelasan regulasi dan peningkatan teknologi.
Perusahaan tersebut menilai prediction market bukan sekadar produk spekulatif, melainkan infrastruktur baru untuk memetakan ketidakpastian dunia nyata.