Penyaluran 2.000 Paket Bantuan untuk Korban Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera

2.000 paket bantuan pascabencana dibagikan untuk masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera.

oleh Tim NewsDiterbitkan 14 Februari 2026, 16:35 WIB
Sementara, di Sumatera Barat, dampak bencana tercatat lebih meluas hingga mencakup 13–14 kabupaten/kota. Tampak dalam foto, rumah-rumah terlihat rusak setelah banjir melanda Malalak, Sumatera Barat, Kamis 27 November 2025. (AP Photo/Ade Yuandha)

Liputan6.com, Jakarta - 2.000 paket bantuan pascabencana dibagikan untuk masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera oleh Sucor Asset Management (Sucor AM) yang kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial perusahaan.

Program kemanusiaan ini dilaksanakan melalui kolaborasi strategis bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) sebagai mitra pendukung distribusi, serta Palang Merah Indonesia (PMI) yang mengeksekusi penyaluran bantuan langsung kepada masyarakat terdampak.

"Bagi kami, CSR bukan sekadar memberikan bantuan dana, tetapi memastikan secara langsung bahwa dukungan tersebut benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan," ujar Direktur sekaligus Ketua Komite ESG Sucor AM Fajrin Hermansyah dalam acara seremonial penyerahan dana CSR pada Kamis 12 Februari 2026 di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, melalui keterangan tertulis.

"Kami ingin hadir tidak hanya sebagai institusi investasi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem sosial yang ikut berkontribusi dalam masa pemulihan pascabencana," sambung dia.

Fajrin menjelaskan, bantuan akan difokuskan pada wilayah terdampak dengan rincian di wilayah Aceh sebanyak 1.000 paket bantuan, wilayah Sumatera Utara sebanyak 500 paket bantuan, dan wilayah Sumatera Barat sebanyak 500 paket bantuan.

 

Kontribusi untuk Masyarakat

2.000 paket bantuan pascabencana dibagikan untuk masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera oleh Sucor Asset Management (Sucor AM). (Ist)

Menurut Fajrin, melalui program ini, Sucor AM menegaskan posisinya sebagai institusi keuangan yang tidak hanya berorientasi pada kinerja investasi, tetapi juga pada penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan. Bagi Sucor AM, Investasi bukan hanya soal return, tetapi juga tentang kontribusi nyata bagi masyarakat.

"Pendekatan kolaboratif ini memungkinkan distribusi bantuan dilakukan secara lebih terarah, terukur, dan berbasis kebutuhan riil di lapangan. Dengan menggandeng mitra strategis, kami ingin memastikan bahwa setiap paket bantuan memberikan manfaat optimal bagi para penyintas bencana," terang dia.

Dari sisi mitra kolaborasi, APINDO percaya bahwa dunia usaha tidak hanya berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus hadir dan berkontribusi ketika masyarakat membutuhkan.

"Melalui kolaborasi dengan Sucor Asset Management dan Palang Merah Indonesia, serta dukungan jajaran APINDO di daerah, APINDO berkomitmen memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi pemulihan kehidupan masyarakat, termasuk bagi masyarakat Aceh Tamiang,” kata Direktur Eksekutif APINDO, Rudolf Saut Butarbutar.

Dia menambahkan, paket bantuan yang disalurkan berisi perlengkapan kebutuhan dasar sekaligus sarana pendukung pemulihan pascabencana. Bantuan tersebut mencakup kompor beserta perlengkapannya, kasur dan selimut, hingga peralatan kerja seperti sekop dan gerobak dorong.

"Bantuan ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat Aceh Tamiang, tetapi juga untuk membantu mereka kembali beraktivitas dan memulihkan kehidupan ekonomi secara bertahap," pungkas Rudolf.

Infografis Kerugian hingga Korban Banjir Sumatera Per 4 Desember 2025. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya