Dua Ton Red Devil Perusak Ekosistem Danau Batur Bali Diolah Jadi Tepung Ikan

Ikan red devil dikenal invasif, dan dinilai mengancam kelestarian biota endemik dan merugikan nelayan lokal

oleh Yacob BillioctaDiterbitkan 14 Februari 2026, 11:52 WIB
Ikan red devil penghuni Danau Batur Bali

Liputan6.com, Jakarta - Dua ton ikan red devil berhasil ditangkap dari perairan Danau Batur, Bangli, Bali. Ikan invasif ini dinilai mengancam kelestarian biota endemik dan merugikan nelayan lokal karena memangsa anak ikan asli Danau Batur. Ikan hasil tangkapan itu akan diolah menjadi tepung.

"Setelah ini diketahui oleh masyarakat, oleh kelompok-kelompok nelayan lain, sehingga mereka menjadi tertarik. Oh, kalau kita tangkap ikan red devil, sudah ada yang beli, sudah ada yang menyalurkan," kata Kadis Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli I Wayan Sarma. Dikutip dari Liputan6 SCTV, Sabtu (14/2/2026).

Penangkapan dilakukan sebagai upaya mengendalikan populasi ikan, dan hasil tangkapan dikirim ke Pengambengan, Jembrana, untuk diolah menjadi tepung ikan.

Ke depan, ditargetkan pengiriman hingga lima ton per minggu agar populasi red devil terus berkurang dan ekosistem danau tetap terjaga.

"Sehingga masyarakat menjadi tergerak untuk bersama-sama melakukan pengendalian terhadap ikan red devil yang notabene bersebab invasif ini," lanjutnya.

Sementara itu, pembudidaya ikan di Danau Batur, I Gede Sagita mengakui invasi red devil menyebabkan budidaya ikan tidak bisa berkembang.

"Sudah sangat invasif sekali. Banyak ikan-ikan lokal yang sudah tidak bisa berkembang, karena waktu masih kecil, waktu bibit ini sudah dimakan oleh ikan red devil," ucapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya