Swiss Gelar Referendum atas Usulan Partai Sayap Kanan Batasi Penduduk 10 Juta Jiwa

Kapan tepatnya Swiss akan menggelar referendum ini? Berikut penjelasannya.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 14 Februari 2026, 09:05 WIB
Ilustrasi Swiss (AFP)

Liputan6.com, Bern - Swiss akan menggelar pemungutan suara penting pada 14 Juni mendatang terkait usulan partai sayap kanan untuk membatasi jumlah penduduk negara itu hingga maksimal 10 juta jiwa. Referendum tersebut digelar di tengah perpecahan pendapat mengenai isu imigrasi.

Usulan itu diajukan oleh partai politik terbesar di Swiss, Partai Rakyat Swiss (Swiss People’s Party/SVP). Melalui proposal tersebut, pemerintah diwajibkan mengambil langkah sebelum jumlah penduduk, yang saat ini mencapai 9,1 juta jiwa, meningkat hingga batas atas yang diusulkan, yakni 10 juta jiwa. Demikian seperti dikutip dari laporan CNN.

Apabila referendum tersebut disetujui, pemerintah harus mulai menolak pendatang baru, termasuk pencari suaka serta anggota keluarga warga asing yang tinggal di Swiss, ketika jumlah penduduk mencapai 9,5 juta jiwa.

Lebih lanjut, jika populasi mencapai 10 juta jiwa, pemerintah akan diwajibkan mengakhiri perjanjian kebebasan bergerak dengan Uni Eropa (UE), yang merupakan mitra dagang terbesar Swiss.

Meskipun Swiss bukan anggota UE, negara itu terintegrasi melalui lebih dari 120 perjanjian bilateral dengan UE. Perjanjian-perjanjian tersebut memberikan Swiss akses ke pasar tunggal UE serta memungkinkan kebebasan pergerakan orang dan perdagangan barang.

SVP, yang telah menempati posisi pertama dalam setiap pemilihan umum sejak 1999, berpendapat bahwa Swiss sedang mengalami "ledakan populasi" yang memberikan tekanan terhadap layanan publik, membebani infrastruktur, serta mendorong kenaikan harga sewa.

Namun, di antara anggota Dewan Federal—lembaga eksekutif yang terdiri dari tujuh kursi dan mengambil keputusan berdasarkan suara mayoritas—SVP menjadi satu-satunya partai yang mendukung pembatasan populasi tersebut. Dewan Federal secara kolektif telah memberikan suara untuk menolak inisiatif tersebut.

Meski demikian, jajak pendapat yang dilakukan tahun lalu oleh perusahaan survei berbasis di Swiss, Leewas, menunjukkan bahwa proposal itu memperoleh dukungan luas dari publik.

Sistem referendum di Swiss memungkinkan suatu usulan dibawa ke pemungutan suara publik apabila berhasil mengumpulkan sedikitnya 100.000 tanda tangan dari pemilih yang memenuhi syarat dalam waktu 18 bulan.

Dalam unggahan di akun X resminya, SVP mendesak para pemilih Swiss untuk memberikan suara mendukung usulan tersebut. Partai itu membagikan gambar yang tampak dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI), yang memperlihatkan sekelompok orang kaya bersulang dengan sampanye di atas takhta, sementara di bawahnya terdapat kerumunan pekerja yang tampak tidak puas.

Keterangan dalam unggahan tersebut berbunyi: "Segelintir elite ekonomi kecil mendapat keuntungan dari imigrasi berlebihan — mayoritas penduduk Swiss menderita."

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya