Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah pada perdagangan saham Jumat (13/2/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah 408 saham yang memerah dan mayoritas sektor saham tertekan.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini melemah 0,64% ke posisi 8.212,27. Indeks saham LQ45 merosot 1,16% ke posisi 829,66. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.
Advertisement
Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.251,98 dan level terendah 8.170,58. Sebanyak 408 saham memerah sehingga menekan IHSG. 267 saham menguat dan 148 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.857.381 kali dengan volume perdagangan saham 49,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 24,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.823.
Mayoritas sektor saham memerah. Sektor saham infrastruktur terpangkas 1,23%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham basic turun 1,05%, sektor saham consumer nonsiklikal melemah 0,56%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,96%.
Lalu sektor saham keuangan turun 0,68%, sektor saham properti merosot 0,28%, sektor saham teknologi susut 0,61%. Sementara itu, sektor saham energi bertambah 1,32%. Lalu sektor saham industri mendaki 0,81%, sektor saham consumer siklikal menanjak 0,95% dan sektor saham transportasi melambung, dan catat kenaikan terbesar.
Menjelang akhir pekan ini, saham BBCA melemah 1,71% ke posisi Rp 7.200 per saham. Harga saham BBCA dibuka stagnan di posisi Rp 7.325 per saham. Saham BBCA berada di level tertinggi Rp 7.325 dan level terendah Rp 7.200 per saham. Total frekuensi perdagangan 81.325 kali dengan volume perdagangan saham 5.179.661 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,8 triliun.
Gerak Saham
Harga saham NANO terpangkas 2,08% ke posisi Rp 47 per saham. Saham NANO dibuka turun satu poin ke posisi Rp 47 per saham. Harga saham NANO berada di level tertinggi Rp 49 dan terendah Rp 44 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.311 kali dengan volume perdagangan saham 488.476 saham. Nilai transaksi Rp 2,2 miliar.
Harga saham PTRO naik 1,71% ke posisi Rp 7.450 per saham. Harga saham PTRO dibuka stagnan di posisi Rp 7.325 per saham. Saham PTRO berada di level tertinggi Rp 7.625 dan level terendah Rp 7.025 per saham. Total frekuensi perdagangan 38.286 kali dengan volume perdagangan saham 893.308 saham. Nilai transaksi Rp 660,9 miliar.
Harga saham INKP melompat 3,14% ke posisi Rp 9.850 per saham. Saham INKP dibuka turun 100 poin ke posisi Rp 9.450 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 9.550 per saham. Harga saham INKP berada di level tertinggi Rp 9.975 dan level terendah Rp 9.450 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.752 kali dengan volume perdagangan saham 183.435 saham. Nilai transaksi Rp 174,2 miliar.
Top Gainers-Losers
Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:
- Saham BELL melonjak 25,17%
- Saham ROCK melonjak 24,79%
- Saham TRUK melonjak 24,74%
- Saham INDS melonjak 24,51%
- Saham BAIK melonjak 24,40%
Saham-saham yang masuk top losers antara lain:
- Saham IFSH merosot 14,93%
- Saham SOTS merosot 14,91%
- Saham HILL merosot 13,98%
- Saham LAPD merosot 12,84%
- Saham YPAS merosot 10,29%
Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:
- Saham ZATA tercatat 219.900 kali
- Saham BUMI tercatat 186.756 kali
- Saham BELL tercatat 86.319 kali
- Saham BBCA tercatat 81.301 kali
- Saham DEWA tercatat 70.954 kali
Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:
- Saham BUMI senilai Rp 3,2 triliun
- Saham BBCA senilai Rp 2,6 triliun
- Saham DEWA senilai Rp 817,7 miliar
- Saham BMRI senilai Rp 793,2 miliar
- Saham PTRO senilai Rp 657,2 miliar
Bursa Saham Asia Pasifik
Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan saham Jumat, 13 Februari 2026. Koreksi bursa saham Asia Pasifik mengikuti wall street seiring kekhawatiran atas saham kecerdasan buatan atau artificial illigence (AI) dan mendorong indeks S&P 500 mengalami koreksi dalam tiga hari berturut-turut.
Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 di Jepang turun 1,21% dan ditutup ke posisi 56.941,97. Indeks Topix merosot 1,63% menjadi 3.818,85. Dua indeks saham acuan itu tertekan oleh saham-saham sektor energi.
Indeks Kospi di Korea Selatan melemah 0,28% menjadi 5.507,01, dan mengakhiri tren kenaikan selama empat hari. Sementara itu, indeks Kosdaq merosot 1,77% dan ditutup ke posisi 1.106,08. Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,71% pada jam terakhir perdagangan yang didorong saham-saham sektor bahan baku. Indeks CSI 300 terpangkas 1,25% dan ditutup ke posisi 4.660,41. Indeks ASX 200 di Australia turun 1,39% menjadi 8.917,6. Sektor saham kesehatan yang tertekan memicu koreksi indeks acuan itu.