Liputan6.com, Jakarta - Jelang penerapan stimulus harga tiket pesawat pada saat angkutan Lebaran 2026, Maskapai Citilink mengaku bakal menurunkan harga tiket hingga 21%.
"Sebagai ilustrasi, misalnya harga tiket Jakarta-Medan itu Rp 1,9 juta, nanti jadi Rp 1,6 juta,"ungkap Dirut PT Citilink Indonesia, Darsito Hendroseputro, pada saat Livery Citilink dengan Aqua di Hangar 2, GMF, Tangerang, Jumat (13/2/2026).
Advertisement
Hal ini dilakukan sesuai dengan arahan pemerintah, sehingga nanti penurunan harga tiket sekitar 18% hingga 21%, yang berlaku mulai 14 hingga 29 Maret 2026.
Citilink juga berencana akan menambah penerbangan, menjadi 250 penerbangan per hari dari sebelumnya sekitar 230 penerbangan. Hal ini untuk memberikan konektivitas bagi masyarakat yang akan mudik.
Sementara, memeriahkan peak season Lebaran, Citilink juga menggandeng Aqua, melukis atau livery di badan pesawat maskapai tersebut. Hal ini dilakukan juga, untuk memberi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk bisa berkembang lewat ruang kolaborasi.
Kali ini, kreator lokal Teguh Septian yang dikenal sebagai @Gula, untuk menggambar di badan pesawat tersebut. Yakni melahirkan tokoh Flo si petualang dan Lumi karakter awan yang membawa energi positif untuk menemani berpetualang.
Pesawat itu akan terbang mulai jam 1 siang ini, dan seterusnya keliling Indonesia hingga rute internasional.
"Kami persiapkan untuk menyambut peak season Lebaran bulan depan. Rutenya mencakup semua rute domestik dan internasional,"kata Darsito.
Gandeng Swasta
Sementara, Irene Umar selaku Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif mengungkapkan rasa bangganya kepada maskapai Citilink yang bisa menggandeng swasta, untuk memberi ruang bagi kreator lokal untuk bisa masuk ke dunia aviasi.
"Buat saya ini sesuatu yang luar biasa banget, karena kita melihat aviasi juga mulai memasuki dunia IP. Saya berterima kasih kepada Citilink dan Danone yang membuka diri memberikan kanvas bagi para pejuang ekonomi kreatif kita,"katanya.
Ini juga bisa jadi bukti nyata, kolaborasi itu juga bisa menggerakkan roda ekonomi Indonesia. Makanya dia berharap, kedepannya banyak kolaborasi seperti ini yang menggunakan visual art.