Bursa Kripto Bithumb Sebut Kesalahan Sistem Bikin Kesalahan Transfer Bitcoin ke Pelanggan

Bursa kripto asal Korsel Bithumb mengakui kekurangan dalam pengendalian sistem internal sehingga terjadi transfer bitcoin tak sengaja senilai USD 40 miliar.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 12 Februari 2026, 09:00 WIB
Bursa kripto asal Korea Selatan, Bithumb mengatakan, kelemahan serius telah membuat sistem interal bursa kripto tersebut rentan terhadap potensi sabotase. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa kripto asal Korea Selatan, Bithumb mengatakan, kelemahan serius telah membuat sistem interal bursa kripto tersebut rentan terhadap potensi sabotase. Hal itu juga membuat gagal mencegah transfer aset bitcoin senilai lebih dari USD 40 miliar atau Rp 671,30 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.780) secara keliru pekan lalu.

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Kamis (12/2/2026), bursa aset virtual terbesar kedua di Korea Selatan mengatakan tidak sengaja memberikan sekitar 620.000 bitcoin kepada pelanggan selama acara promosi.

CEO Bithumb, Lee Jae-won, mengatakan pemberian tersebut berjumlah 15 kali lipat dari kepemilikan bursa sebesar 42.000 bitcoin, sebagian besar karena keterlambatan sekitar 24 jam dalam memproses transaksi menunda pembaruan saldo aset virtual.

"Kami sangat menyadari kekurangan dalam pengendalian sistem internal," kata Lee kepada komite parlemen yang mendengarkan insiden tersebut pada Jumat.

Kebijakan bursa untuk memeriksa volume mata uang yang akan ditransfer terhadap kepemilikan aktualnya telah gagal, dan jumlah tersebut juga tidak dialokasikan dalam rekening terpisah untuk memastikan keamanan transaksi, kata Lee.

Regulator menyebutkan, sebagian besar bitcoin telah diambil kembali oleh bursa, tetapi 1.786 bitcoin telah terjual dalam beberapa menit sebelum bursa membekukan rekening pelanggan yang menerimanya.

"Pelanggan yang menjualnya secara hukum wajib mengembalikannya,”

Anggota parlemen menyatakan kekecewaannya atas kegagalan pengawasan pemerintah dan perusahaan di pasar aset virtual negara tersebut, yang merupakan salah satu pasar paling aktif di dunia berdasarkan volume perdagangan.

Gubernur Lembaga Pengawasan Keuangan (Financial Supervisory Service/FSS), Lee Chan-jin, mengatakan ia secara pribadi percaya pasar mata uang virtual seharusnya tunduk pada pengawasan regulasi yang sama seperti bank dan lembaga jasa keuangan lainnya, tetapi hal itu tidak mungkin dilakukan berdasarkan hukum dan peraturan yang ada.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Tak Sengaja Beri Bitcoin

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Sebelumnya, bursa kripto Korea Selatan (Korsel), Bithumb menyebutkan tidak sengaja telah memberikan bitcoin (BTC) lebih dari USD 40 miliar atau Rp 674,24 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.860) kepada pelanggan. Hal ini sebagai hadiah promosi yang memicu aksi jual tajam di bursa tersebut.

Mengutip Yahoo Finance, Sabtu (7/2/2026), Bithumb meminta maaf atas kesalahan tersebut yang terjadi pada Jumat pekan ini. Pihaknya telah memulihkan 99,7% dari 620.000 bitcoin yang bernilai sekitar USD 44 miliar atau Rp 741,66 triliun pada harga saat ini.

Mereka telah membatasi perdagangan dan penarikan untuk 695 pelanggan yang terdampak dalam waktu 35 menit setelah distribusi yang salah pada Jumat pekan ini.

 

 

Harga Bitcoin Sempat Anjlok

Aset digital kripto Bitcoin. (Foto by AI)

Bursa tersebut akan mendistribusikan hadiah uang tunai kecil sebesar 2.000 won Korea (USD 1,37) atau lebih kepada setiap pengguna sebagai bagian dari acara promosi, tetapi para pemenang malah menerima setidaknya 2.000 bitcoin masing-masing, menurut laporan media.

"Kami ingin memperjelas bahwa insiden ini tidak terkait dengan peretasan eksternal atau pelanggaran keamanan, dan tidak ada masalah dengan keamanan sistem atau manajemen aset pelanggan," kata Bithumb dalam sebuah pernyataan.

Harga Bitcoin sempat anjlok 17% menjadi 81,1 juta won pada Jumat malam di Bithumb, menurut grafik dari bursa tersebut. Kemudian pulih dan terakhir diperdagangkan pada 104,5 juta won. Adapun Bithumb tertinggal dari Upbit, pemain dominan di ruang kripto Korea Selatan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya