Liputan6.com, Jakarta - Raksasa perbankan investasi Wall Street, Goldman Sachs, resmi mengungkap portofolio kripto mereka melalui laporan Form 13F kuartal IV 2025. Dalam dokumen tersebut, Goldman tercatat memiliki eksposur terhadap empat aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, yakni Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, dan Solana (SOL).
Dikutip dari cryptopotato, Kamis (12/2/2026), meski nilai dolar dari kepemilikan tersebut telah menurun seiring pelemahan harga kripto dalam beberapa bulan terakhir, laporan ini tetap menarik perhatian karena menunjukkan pola investasi institusional yang kian jelas di pasar aset digital.
Advertisement
Jurnalis keuangan Eleanor Terrett mengungkapkan detail tersebut melalui unggahan di media sosial. Ia menyebut Goldman Sachs memiliki eksposur sekitar USD 1,1 miliar di Bitcoin, USD 1 miliar di Ethereum, USD 153 juta di XRP, dan USD 108 juta di Solana.
Unggahan tersebut juga menyebutkan bahwa Goldman memiliki perwakilan dalam pertemuan Gedung Putih yang membahas isu imbal hasil stablecoin. Selain itu, CEO Goldman Sachs David Solomon dijadwalkan berbicara dalam forum World Liberty Financial di Palm Beach pada pekan berikutnya.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Sinyal Wall Street Kian Serius Masuk Kripto
Dokumen Form 13F tersebut menunjukkan bahwa Goldman Sachs memiliki eksposur tidak langsung terhadap sekitar 13.740 BTC melalui ETF Bitcoin spot berbasis di Amerika Serikat. Perlu dicatat, nilai yang tercantum dalam laporan mencerminkan valuasi aset pada akhir kuartal, bukan nilai saat ini atau harga beli awal.
Pada akhir kuartal IV 2025, kepemilikan Bitcoin Goldman Sachs tercatat bernilai sekitar US$1,7 miliar. Namun sejak saat itu, harga Bitcoin telah turun hampir 50 persen, sehingga nilai kepemilikan tersebut kini diperkirakan menyusut menjadi sekitar US$920 juta, seiring BTC kembali turun di bawah level USD 67.000.
Meski demikian, penurunan ini belum mencerminkan kerugian yang direalisasikan. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa Goldman Sachs tidak mengurangi posisi Bitcoinnya.
Selain BTC dan ETH, Goldman kini juga memiliki eksposur terhadap altcoin besar seperti XRP dan Solana, terutama setelah ETF yang melacak kinerja kedua aset tersebut mulai diluncurkan pada kuartal IV tahun lalu.
Langsung Viral
Publikasi laporan ini langsung ramai diperbincangkan di media sosial dan dianggap sebagai sinyal kuat bahwa Wall Street semakin serius menempatkan dana besar di pasar kripto. Waktunya pun dinilai strategis, mengingat Gedung Putih tengah menggodok regulasi kripto melalui CLARITY Act, yang sejauh ini mendapat resistensi dari sebagian industri perbankan.
Sejumlah pengamat menilai, langkah Goldman Sachs ini bukan sekadar transparansi rutin, melainkan sinyal bahwa institusi besar mulai memposisikan diri lebih agresif di tengah perubahan lanskap regulasi aset digital global.