Viral Video Narapidana Rutan Kolaka Bawa Tong Sampah Berisi Belasan Powerbank

Petugas menemukan perangkat penyimpan daya listrik tersebut dibungkus kantong plastik dan disusun rapi di dalam tong.

oleh Ahmad Akbar FuaDiterbitkan 10 Februari 2026, 17:56 WIB
Rutan Kolaka. (Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video merekam aksi narapidana membawa tong sampah berisi belasan powerbank yang diduga akan diselundupkan ke Rutan Kolaka, viral di media sosial.

Terduga pelaku hendak menyelundupkan barang terlarang ini ke dalam blok hunian warga binaan. Aksi ini gagal ketika warga binaan itu menuju area pemeriksaan.

Saat narapidana hendak melewati pintu kontrol masuk napi Rutan Kolaka, petugas menemukan perangkat penyimpan daya listrik tersebut dibungkus kantong plastik dan disusun rapi di dalam tong.

Di dalam video, terlihat powerbank berbagai ukuran dikeluarkan satu per satu dari dalam tong sampah. Barang-barang itu diduga akan dipasok untuk menunjang penggunaan gawai ilegal di dalam rutan.

Penyelundupan powerbank di Rutan Kolaka menambah daftar pelanggaran di Rutan Kolaka. Sebelumnya, warga binaan rutan Kolaka kedapatan menggunakan telepon genggam dan diduga melakukan pemerasan bermodus video call seksual.

Seorang mantan warga binaan mengungkapkan, modus penyelundupan melalui jalur pembuangan sampah bukan hal baru. Dia menyebut, warga binaan yang menjalani program asimilasi kerap ditugaskan membuang sampah keluar rutan momen yang disebut rawan disusupi barang terlarang.

"Mereka yang asimilasi biasa ditugaskan buang sampah ke luar. Saat tong dimasukkan kembali, biasanya sudah ada HP atau powerbank disembunyikan di dalam susunan sampah," ungkap mantan napi, yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Ia juga menuding kemungkinan adanya pembiaran bahkan dugaan keterlibatan petugas. Menurutnya, setiap barang yang keluar masuk rutan semestinya melewati pemeriksaan berlapis.

"Petugas piket pasti tahu. Bisa saja ada kerja sama, atau mungkin ada arahan dari atasan," ungkapnya.

Klarifikasi Kepala Rutan Kolaka

Kepala Rutan Kolaka Bambang Punto Herdiyanto saat dihubungi Liputan6.com membantah informasi soal powerbank masuk ke rutan.

"Powerbank yang ditemukan oleh Ka KPR adalah pencegahan hasil pengamatan terhadap warga binaan," ujar Bambang.

Dia menyatakan dalam rilis yang dikirimkan, powerbank tersebut belum bisa dikatakan penyelundupan karena ditemukan di area luar rutan.

"Warga binaan yang bertugas untuk kerja kebersihan juga tidak tertangkap tangan dan hanya dicurigai dan masih dilakukan pengawasan dan pemeriksaan di dalam rutan," tambahnya.

"Warga binaan yang dicurigai juga akan dijatuhi hukuman disiplin, jika terbukti melakukan hal yang dicurigai," pungkas Bambang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya