Rekomendasi Saham Hari Ini 10 Februari 2026: INDF, CDIA, hingga INDY

Berikut rekomendasi saham saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Selasa, (10/2/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 10 Februari 2026, 09:00 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah terbatas pada perdagangan saham Selasa, (10/2/2026). Lalu bagaimana rekomendasi saham-nya? (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah terbatas pada perdagangan saham Selasa, (10/2/2026). Lalu bagaimana rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 1,22% tetapi disertai dengan aksi jual saham oleh asing Rp 600 miliar. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham BBCA. BBRI, BUMI, HRTA dan NCKL.

“IHSG berpotensi untuk koreksi terbatas hari ini,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.900-8.000 dan level resistance 8.050-8.100.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (MBMA).

Trading Idea hari ini: INDF, CDIA, BUVA, INDY, MBMA, dan EMAS

  • INDF Spec Buy dengan area beli di 6800-6825, cutloss di bawah 6775. Target dekat di 6900-6975.
  • CDIA Buy if Break 1055, dengan target dekat di 1090-1120. Cutloss di bawah 1020.
  • BUVA Spec Buy dengan area beli di 1075-1100, cutloss di bawah 1060. Target dekat di 1200-1240 
  • INDY Spec Buy dengan area beli di 3360-3380, cutloss di bawah 3330. Target dekat di 3430-3480.
  • MBMA Spec Buy dengan area beli di 635-655, cutloss di bawah 615. Target dekat di 675-695.
  • EMAS Spec Buy dengan area beli di 7350-7500, cutloss di bawah 7200. Target dekat di 7800-8000.       

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 9 Februari 2026

Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergejolak tetapi mampu melanjutkan penguatan signifikan pada perdagangan saham Senin, (9/2/2026). Bahkan, IHSG hari ini kembali ke 8.000 di tengah nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan mayoritas sektor saham menghijau.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melambung 1,22% ke posisi 8.031,87. Indeks saham LQ45 melonjak 0,66% ke posisi 820,94. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 8.031,87 dan level terendah 7.883. Sebanyak 433 saham menguat sehingga angkat IHSG. 252 saham melemah dan 136 saham diam di tempat.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, penguatan IHSG didorong sektor saham energi, basic dan siklikal. Selain itu, pergerakan saham emiten-emiten konglomerasi juga mengangkat IHSG. “Di sisi lain hari ini ada rilis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mengaut di level 127 vs 123,5,” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Total frekuensi perdagangan 2.273.043 kali dengan volume perdagangan saham 40,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.798.

 

Sektor Saham

Pengunjung mengabadikan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dari 11 sektor saham menghijau, dua sektor saham melemah. Sektor saham kesehatan turun 0,23% dan sektor saham keuangan susut 0,19%. Sementara itu, sektor saham basic meroket 4,41%, dan catat kenaikan terbesar.

Selain itu, sektor saham energi naik 2,93%, sektor saham industri bertambah 0,19%, sektor saham consumer nonsiklikal melompat 1,53%, sektor saham consumer siklikal medaka 2,06%.

Selanjutnya sektor saham properti mendaki 0,58%, sektor saham teknologi bertambah 0,81%, sektor saham infrastruktur menanjak 1,23% dan sektor saham transportasi meroket 0,40%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya