IHSG Berpotensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini 10 Februari 2026

Berikut strategi rekomendasi saham saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Selasa, (10/2/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 10 Februari 2026, 06:44 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Selasa, (10/2/2026).(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Selasa, (10/2/2026). IHSG hari ini akan menguji posisi 8.028-8.102. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melesat 1,22% ke posisi 8.031 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun masih berada di atas moving average (MA) 200 harian pada perdagangan Senin, 9 Februari 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG masih berpeluang menguat dalam jangka pendek untuk menguji 8.028-8.102 sekaligus menutup gap-nya.

"Namun, waspadai akan ada peluang koreksi ke 7.785-7.904,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.712,7.547 dan level resistance 8.214,8.354.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan resistance 7.800-8.320.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Harum Energy Tbk (HRUM), dan PT Jafpa Comfeed Tbk (JPFA).

Sementara itu, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM).

Rekomendasi Teknikal

1.PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) - Buy on Weakness

Saham ARCI menguat 5,30% ke 1.690 dan didominasi oleh volume pembelian. “Best case (hitam), posisi ARCI sedang berada di awal wave [iii] dari wave 5,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 1.600-1.660

Target Price: 1.745, 1.980

Stoploss: below 1.540

 

2.PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Buy on Weakness

Saham BBCA terkoreksi 2,28% ke 7.500 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi BBCA sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave 1,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 6.975-7.325

Target Price: 7.750, 8.525

Stoploss: below 6.750

 

 

Rekomendasi Teknikal

Pekerja beraktivitas di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

3.PT Harum Energy Tbk (HRUM) - Buy on Weakness

Saham HRUM menguat 2,99% ke 1.035 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami perkirakan, posisi HRUM saat ini berada pada bagian dari wave [v] dari wave C,” tutur dia.

Buy on Weakness: 885-995

Target Price: 1,085, 1,190

Stoploss: below 870

 

4.PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) - Buy on Weakness

Saham JPFA menguat 2% ke 2.550 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Saat ini, diperkirakan posisi JPFA berada di akhir wave (4) dari wave [C],” kata dia.

Buy on Weakness: 2.380-2.490

Target Price: 2.670, 2.840

Stoploss: below 2.320

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 10 Februari 2026

IHSG ambruk di tengah banyaknya sentiment negatif global, mulai dari memanasnya situasi di Timur Tengah, hingga inflasi Amerika Serikat (AS). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergejolak tetapi mampu melanjutkan penguatan signifikan pada perdagangan saham Senin, (9/2/2026). Bahkan, IHSG hari ini kembali ke 8.000 di tengah nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan mayoritas sektor saham menghijau.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melambung 1,22% ke posisi 8.031,87. Indeks saham LQ45 melonjak 0,66% ke posisi 820,94. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 8.031,87 dan level terendah 7.883. Sebanyak 433 saham menguat sehingga angkat IHSG. 252 saham melemah dan 136 saham diam di tempat.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, penguatan IHSG didorong sektor saham energi, basic dan siklikal. Selain itu, pergerakan saham emiten-emiten konglomerasi juga mengangkat IHSG. “Di sisi lain hari ini ada rilis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mengaut di level 127 vs 123,5,” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Total frekuensi perdagangan 2.273.043 kali dengan volume perdagangan saham 40,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.798.

 

Sektor Saham

Karyawan melintasi layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari 11 sektor saham menghijau, dua sektor saham melemah. Sektor saham kesehatan turun 0,23% dan sektor saham keuangan susut 0,19%. Sementara itu, sektor saham basic meroket 4,41%, dan catat kenaikan terbesar.

Selain itu, sektor saham energi naik 2,93%, sektor saham industri bertambah 0,19%, sektor saham consumer nonsiklikal melompat 1,53%, sektor saham consumer siklikal medaka 2,06%.

Selanjutnya sektor saham properti mendaki 0,58%, sektor saham teknologi bertambah 0,81%, sektor saham infrastruktur menanjak 1,23% dan sektor saham transportasi meroket 0,40%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya