Pemkot Jaktim Tetapkan Target Penyelesaian Perbaikan Jalan Rusak Kelar Tahun 2026 Ini

Pemkot Jakarta Timur (Jaktim) menargetkan seluruh perbaikan jalan rusak di wilayahnya selesai pada 2026 untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran mobilitas.

oleh Meila Alfauzi SukmawanDiterbitkan 10 Februari 2026, 10:20 WIB
Jalan Tole iskandar diperbaiki. (Liputan6.com/Rio Ferdinand)

Liputan6.com, Jakarta - Pemkot Jaktim atau Pemerintah Kota Jakarta Timur menetapkan target agar seluruh kegiatan perbaikan jalan yang rusak di wilayahnya selesai seluruhnya pada tahun 2026 ini.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan, target ini menjadi prioritas utama karena meningkatnya kerusakan permukaan jalan yang dipicu intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

"Tahun ini, ditargetkan selesai perbaikan jalan-jalan yang berlubang agar segera ditangani, selesai semua," ujar Munjirin, melansir Antara, pada Senin 9 Februari 2026.

Dia menyebutkan pihaknya telah melakukan langkah-langka koordinasi lintas instansi untuk percepatan penanganan jalan berlubang maupun rusak di berbagai wilayah.

“Saya sudah mengumpulkan Suku Dinas (Sudin) Perhubungan, Bina Marga, dan juga camat serta lurah untuk wilayah-wilayah Jakarta Timur yang ada jalan berlubangnya agar segera ditangani," kata Munjirin.

Lebih lanjut, ia menegaskan, dalam proses perbaikan ini tidak ada satu wilayah tertentu yang diprioritaskan secara khusus. Sebaliknya, seluruh ruas jalan yang rusak akan ditangani secara merata berdasarkan kebutuhan di lapangan.

"Tidak, semuanya menjadi prioritas untuk diperbaiki," papar Munjirin.

Penanganan jalan rusak ini juga dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi, sebelum dilakukan perbaikan secara permanen oleh Suku Dinas Bina Marga, jalan yang berlubang terlebih dahulu diamankan untuk mencegah kecelakaan lalu lintas.

"Sebelum dilaksanakan oleh Bina Marga, minimal diamankan dulu, dikasih tanda oleh Sudin Perhubungan," ucap Munjirin.

Proses dan Koordinasi Perbaikan Jalan

Pengendara kendaraan roda dua dan roda empat terpaksa harus memperlambat laju kendaraan untuk menghindari kerusakan jalan dan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. Tampak dalam foto, sejumlah pengendara melewati kerusakan di Jalan Mitra Bahari, Penjaringan Jakarta Utara, Selasa (3/2/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)

Munjirin menjelaskan pemasangan rambu dan tanda peringatan menjadi langkah awal agar pengguna jalan lebih waspada, terutama pada malam hari atau saat hujan sedang deras.

Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan pemerataan pembangunan infrastruktur serta untuk menjamin keselamatan masyarakat di seluruh kecamatan di Jakarta Timur.

Optimisme Pemkot Jaktim untuk mencapai target penyelesaian ini cukup tinggi. Menurut Munjirin, pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi jalan melalui laporan dari kecamatan, kelurahan, serta hasil pengamatan langsung di lapangan.

"Koordinasi rutin dengan instansi terkait juga terus dilakukan agar proses perbaikan berjalan efektif dan tepat sasaran," kata dia.

Munjirin juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif melaporkan kondisi jalan yang rusak di lingkungan masing-masing.

"Harapannya, selain dapat mempercepat proses perbaikan, perbaikan infrastruktur jalan ini akan membuat mobilitas warga berjalan lebih lancar, mengurangi risiko kecelakaan, dan membantu kegiatan ekonomi tetap optimal meskipun musim hujan masih berlangsung," terang Munjirin.

Dukungan Pemprov DKI Jakarta dan Penanganan Jalan Secara Umum

Dalam konteks yang lebih luas, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno sebelumnya juga memastikan, ruas-ruas jalan yang rusak atau berlubang akibat curah hujan yang tinggi di ibu kota dapat segera diperbaiki sehingga tidak mengganggu keselamatan para pengguna jalan.

“Bina Marga sudah dan akan terus bergerak tanpa instruksi. Pak Gubernur sudah memberi instruksi bahwa tidak perlu disuruh, ada jalan rusak, segera perbaiki,” ujarnya saat meninjau perbaikan di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 3 Februari 2026.

Ia menjelaskan bahwa untuk saat ini, perbaikan jalan masih bersifat sementara atau sebagai penanganan darurat di tengah musim hujan. Namun selanjutnya, setelah kondisi cuaca membaik, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan perbaikan lanjutan.

Selama musim hujan berlangsung,  penanganan darurat jalan rusak atau berlubang dilakukan melalui sistem cepat darurat yang bersifat cepat dan sementara  dengan penggunaan material aspal instan (cold mix) yang bisa langsung diterapkan pada titik lubang atau keretakan.

Data dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta menunjukkan penanganan jalan berlubang di seluruh wilayah DKI Jakarta telah dilakukan sejak 1 Januari hingga 26 Januari 2026 di sebanyak 6.381 titik.

Sedangkan pada tahap kedua, sebanyak 8.528 titik jalan telah ditangani sejak 27 Januari hingga 2 Februari 2026 di seluruh wilayah DKI Jakarta sebagai bagian dari respons cepat terhadap kerusakan jalan akibat hujan.

Infografis Bahaya Mikroplastik dalam Hujan Jakarta. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya