Viral Pengemudi Ojol Diduga Dianiaya Saat Antar Penumpang di Kembangan Jakbar, Polisi Selidiki

Seorang pengemudi ojol diduga dianiaya saat mengantar penumpang di Jalan Haji Lebar, Kembangan, Jakarta Barat (Jakbar).

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 09 Februari 2026, 17:30 WIB
Ilustrasi Penganiayaan (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pengemudi ojol atau ojek online diduga dianiaya saat mengantar penumpang di Jalan Haji Lebar, Kembangan, Jakarta Barat (Jakbar). Terkait hal ini, polisi turun tangan melakukan penyelidikan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, Polsek Kembangan telah menerima laporan dari korban pada Kamis, 5 Februari 2026 dini hari.

Laporan tercatat dengan nomor: LP/B/080/II/2026/POLSEK KEMBANGAN/POLRES METRO JAKARTA BARAT/POLDA METRO JAYA.

"Benar, Polsek Kembangan telah menerima laporan dugaan penganiayaan/pengeroyokan terhadap pengemudi ojek daring di wilayah Kembangan, Jakarta Barat," ujar Budi kepada wartawan, Senin (9/2/2026).

Dia mengatakan, proses penyelidikan masih berjalan. Terkait informasi terduga pelaku, hal itu masih didalami dalam proses penyelidikan.

"Penanganan perkara saat ini masih berlangsung," ucap Budi.

Terpisah, korban Hasan (26) menceritakan, awalnya menerima order dari Jalan Mawar, Srengseng menuju Jalan Cilebar.

Namun setiba di lokasi, penumpang menyebut alamat tujuan bukan di tempat tersebut. Penumpang kemudian menunjukkan share location dari seseorang yang disebut anggota. Lokasi yang muncul mengarah ke Jalan Kecapi, Meruya Utara.

"Dari titik tujuan yang di aplikasi Grab sama tujuan aslinya itu bedanya hampir dua kilo," kata Hasan krpada wartawan, Senin (9/2/2026).

 

Sempat Cek-cok

Penganiayaan.

Hasan lalu meminta penumpang menghubungi pemilik rumah. Telepon disambungkan ke Hasan. Namun di seberang telepon, pria yang dihubungi justru berbicara dengan nada kasar.

"Saya cuma nanya alamat. Tapi dia malah marah-marah," ucap Hasan.

Meski ragu, Hasan tetap mengantar penumpang ke lokasi yang dimaksud karena sudah malam dan penumpang mengaku tak tahu jalan. Setiba di depan rumah, anak dari pria yang ditelepon sudah menunggu dan langsung menegur Hasan dengan nada menantang. Adu mulut terjadi hingga motor Hasan ditendang.

"Sempat cekcok mulut di situ, akhirnya dia nendang motor saya. Saya nggak terima kan, saya dorong, terus dia mukul saya, terus saya pukul juga. Pukul-pukulan di situ. Terus bapaknya ini datang bawa besi dan mukul kepala saya," terang dia.

Terkait kejadian ini, Hasan telah membuat laporan ke Polsek Kembangan. Ia berharap laporannya ditindaklanjuti.

"Ya semoga ditindaklanjut lah. Jangan ada orang-orang yang punya jabatan begitu bisa seenaknya," tandas dia.

 

Sampaikan Klarifikasi

Terpisah, Asisten Intelijen Komandan Paspampres Kolonel Inf Mulyo Junaidi menyampaikan klarifikasi terkait kabar pelaku disebut anggota Paspampres. Menurutnya, terduga pelaku bukan anggota Paspampres.

"Tadi sudah saya cek, rupanya yang bersangkutan bukan anggota Paspampres, tapi dia anggota Mabes TNI, Denma," kata Junaidi kepada wartawan.

Dia menegaskan, kasus tersebut ditangani oleh Mabes TNI.

"Sudah kami klarifikasi, (terduga pelaku) Kapten Cpm Antoni Anggota Denma Mabes," jelas Junaidi.

Aksi penganiayaan terus bertambah (liputan6.com/abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya