Ribuan Ikan Koi Adu Cantik di BRIN, Ajang Internasional Meriahkan Bogor

1.044 ekor ikan koi dipertandingkan untuk memperebutkan berbagai kategori juara, mulai dari super grand champion, grand champion, jumbo champion, hingga superior champion.

oleh Achmad SudarnoDiterbitkan 08 Februari 2026, 10:11 WIB
Ribuan ikan koi dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kontes Indonesia Japan Koi Show 2026 Eternal Glory yang digelar di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bogor, Jawa Barat. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Jakarta - Ribuan ikan koi dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kontes Indonesia Japan Koi Show 2026 Eternal Glory yang digelar di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 7 Februari 2026.

Ajang tersebut diikuti sekitar 103 handler dan 480 owner dari berbagai kota di Indonesia. Sejumlah peserta dari luar negeri juga turut meramaikan kompetisi ikan koi asal Jepang tersebut.

Sedikitnya 1.044 ekor ikan koi dipertandingkan untuk memperebutkan berbagai kategori juara, mulai dari super grand champion, grand champion, jumbo champion, hingga superior champion.

Ketua Yayasan Koi Indonesia, Sora Lokita, mengatakan kontes ikan koi digelar untuk meningkatkan nilai jual sekaligus mendorong perkembangan industri koi di Indonesia.

“Untuk mengembangkan industri ikan koi ini kami melibatkan semua elemen, mulai dari dealer importir koi dari Jepang, pecinta, peternak, hingga handler atau penjual koi yang ada di Indonesia,” ujar Sora.

Menurutnya, Yayasan Koi Indonesia juga rutin menggelar kompetisi antar handler maupun peternak koi lokal. Ajang Indonesia Japan Koi Show 2026 disebut sebagai puncak dari rangkaian kompetisi tersebut.

“Acara sekarang ini adalah acara puncak dari kompetisi yang digelar antar breeder. Kami memberikan penilaian terhadap ikan dari Jepang maupun hasil budidaya lokal. Lalu kami akan memilih dealer terbaik dan peternak terbaik di Indonesia,” katanya.

Sora menambahkan, peserta Indonesia Japan Koi Show 2026 berasal dari berbagai daerah di Indonesia serta negara lain, seperti Malaysia dan Singapura. Sementara itu, dewan juri didatangkan langsung dari Jepang.

“Pesertanya memang lebih banyak dari Indonesia, tapi jurinya ada dari Jepang,” terangnya.

Penilaian dilakukan berdasarkan keindahan secara keseluruhan, kualitas kulit, warna, dan corak. Ikan koi yang keluar sebagai juara memperoleh hadiah, sekaligus mengalami peningkatan nilai jual.

“Harapan kami industri hobi koi ini terus menggeliat. Hobi koi sudah berkembang dari perkotaan hingga pedesaan. Kami ingin industrinya tidak hanya bergantung pada ikan impor, tetapi juga mengembangkan koi lokal yang kualitasnya kini semakin baik dan mampu bersaing dengan koi Jepang,” ucapnya.

 

Dorong Pertumbuhan Perikanan Nasional

Ribuan ikan koi dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kontes Indonesia Japan Koi Show 2026 Internal Glory yang digelar di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bogor, Jawa Barat. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria mengatakan ikan koi di Jepang dapat dijumpai di berbagai tempat, mulai dari sungai, saluran air, hingga kolam di halaman rumah.

“Tentu ikan dari Jepang ini menjadi simbol persahabatan antara Indonesia dengan Jepang,” ujarnya.

Plt Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Machmud menilai Indonesia Japan Koi Show 2026 bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana mendorong pertumbuhan dan daya saing perikanan nasional, khususnya ikan koi.

“Penyelenggaraan ini membuktikan bahwa kualitas ikan koi hasil breeding peternak Indonesia sudah bisa bersaing dengan koi asal Jepang. Ini sangat luar biasa,” kata Machmud.

Ia menyebut Indonesia berada di posisi kedua sebagai pengekspor ikan air tawar dunia setelah Jepang.

“Kalau tidak salah Jepang nilai ekspornya mencapai USD48 juta dan Indonesia sekitar USD40 juta, termasuk di dalamnya ikan koi. Mudah-mudahan ini menjadi momen yang sangat baik untuk meningkatkan ekspor ikan,” ujarnya.

 

Strategi Pengembangan Ikan Hias

Machmud menambahkan, produksi ikan nasional mencapai 1,49 miliar ekor pada 2020 dan meningkat menjadi 1,58 miliar ekor pada 2024. Kenaikan tersebut turut mendorong nilai ekspor ikan hias Indonesia.

“Nilai ekspor ikan hias yang terus meningkat ini menunjukkan ikan hias menjadi komoditas penting dalam meningkatkan devisa negara,” jelasnya.

Ia menegaskan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menyiapkan sejumlah strategi pengembangan ikan hias, antara lain peningkatan produksi melalui dukungan kepada pembudidaya, penguatan mutu, serta perluasan akses pemasaran domestik dan ekspor.

“Kami juga mengembangkan eduwisata ikan hias sebagai sarana edukasi masyarakat untuk menumbuhkan kecintaan terhadap ikan hias sejak dini,” pungkasnya.

Infografis Daftar tumbuhan dan satwa dilindungi di Indonesia. (Liputan6.com/Tri Yasni)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya