Kisah Pilu Yosefasania, Bayi di Manggarai NTT yang Derita Jantung Bocor dan Kehabisan Uang Berobat

Berpindah-pindah rumah sakit sampai ke Jakarta hingga uang habis, ibu dari bayi Yosefasania akhirnya memilih kembali pulang ke kampung.

oleh Ola KedaDiterbitkan 07 Februari 2026, 13:01 WIB
Yosefasania Alena Diut, bayi berusia 1,7 tahun di Kabupaten Manggarai, NTT yang menderita bocor jantung. (Liputan6.com/ Ola Keda)

Liputan6.com, Manggarai - Yosefasania Alena Diut, bayi berusia 1,7 tahun, anak dari pasangan ibu Anastasia Dita dan Wilibrodus Supardi di Desa Benteng Poco, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), menderita bocor jantung dan sumbat pembuluh darah.

Anastasia selaku ibu kandung Yosefasania, mengaku anaknya sudah rutin berobat di RSUD Ruteng, namun tak kunjung pulih.

Dirinya mengatakan, selama menjalani perawatan, Yosefasania dibantu bernapas menggunakan oksigen dan saat ini hanya bisa terbaring lemas dan sering menangis.

Anastasia mengaku mengetahui anaknya sakit ketika pertumbuhannya lambat dan warna kulitnya berubah. Sebagian kulit berwarna hitam serta demam tinggi disertai batuk dan sesak napas semenjak berumur tiga minggu.

"Karena melihat kondisi Yosefasania, saya dan suami langsung membawanya ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit langsung diambil sampel darah dan rontgen. Setelah itu dipasang infus dan oksigen," tuturnya.

Anastasia baru mengetahui anaknya menderita jantung bocor pada 4 Desember 2025. Anaknya kemudian dibawa ke rumah sakit Sanglah Denpasar Bali, namun ditolak dokter dengan alasan penyakitnya terlalu komplikasi.

"Kami sempat di rujuk ke Bali di RS Sanglah Denpasar dan di sana hanya ambil katerisasi jantung. Adapun alasan lain karena sakitnya terlalu komplikasi dan kami di rujuk ke Jakarta di RS Harapan Kita Jakarta, namun tak kunjung pulih," ujarnya.

 

Kehabisan Uang

Saat dibawa ke Jakarta, Yosefasania divonis menderita penyakit jantung bocor dan sumbat pembuluh darah setelah dokter melakukan USG (Echo) jantung. Tak hanya itu, bayi ini juga menderita Sumbat pembuluh darah.

Anastasia mengaku kehabisan uang setelah ia bersama suaminya bertahan beberapa lama di RS Harapan Kita Jakarta. Keduanya pun akhirnya memilih membawa anaknya pulang ke kampung.

"Kami sempat ke rumah sakit Sangalah Denpasar Bali, dokter bilang harapan terakhir harus ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Kami di Bali bisa saja melakukan operasi tetapi tidak menjamin kesehatan anak Yosefasania. Makanya dokter sarankan ke RS Harapan Kita Jakarta," tutur Anastasia.

Anastasia berharap kepada Pemda Manggarai dan semua orang baik agar bisa menyalurkan bantuan demi kesembuhan Yosefasania.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya