Ma.ja Watch, UMKM Binaan BRI yang Angkat Jam Tangan Kayu Khas Indonesia ke Panggung Internasional

Kisah Ma.ja Watch, UMKM binaan BRI, sukses angkat kriya Indonesia hingga menembus pasar internasional lewat inovasi dan budaya dengan produk jam tangan kayu.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 07 Februari 2026, 10:35 WIB
Ma.ja Watch, UMKM Binaan BRI. Foto: istimewa

Liputan6.com, Jakarta - Berangkat dari kecintaan pada jam tangan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan, Ma.ja Watch Indonesia berkembang menjadi brand jam tangan kayu yang kuat dengan identitas budaya Indonesia. Di balik perjalanan brand ini, ada sosok Justisia Dewi, wirausaha yang konsisten memadukan desain modern, kriya tradisional, dan nilai keberlanjutan dalam setiap produknya. Arah perkembangan Ma.ja Watch pun semakin jelas setelah bergabung sebagai UMKM binaan Rumah BUMN BRI.

Didirikan pada 2021, Ma.ja Watch lahir dari pandangan Justisia bahwa jam tangan adalah produk yang sangat personal bagi penggunanya. Dari pemikiran tersebut, muncul ide menciptakan jam tangan berbahan kayu serta material ramah lingkungan lain, termasuk limbah sumpit, yang tidak hanya fungsional, tetapi juga sarat cerita dan makna budaya.

“Jam tangan bagi saya bukan sekadar penunjuk waktu, tetapi bagian dari identitas pemakainya. Karena itu, Ma.ja Watch dirancang dengan cerita, nilai, dan sentuhan budaya Indonesia,” ujar Justisia Dewi, Founder Ma.ja Watch Indonesia.

Dalam proses produksinya, Ma.ja Watch melibatkan pengrajin lokal dari berbagai wilayah, terutama Tangerang Selatan dan Yogyakarta. Sementara itu, pengelolaan dan pengembangan brand berpusat di Cinere. Saat ini, Ma.ja Watch beroperasi di Ruko Cinere 8, Limo, Depok, dan telah hadir di sejumlah gerai ritel ternama seperti Alun-Alun Grand Indonesia serta Metro Margocity Depok.

Setiap koleksi Ma.ja Watch membawa nilai budaya dan kearifan lokal yang kuat. Hal ini tercermin dalam berbagai seri, mulai dari Srikandi yang terinspirasi pewayangan, hingga koleksi bertema alam dan daerah Indonesia seperti Bajo, Arjuna Srikandi, dan Kupu Sayap Renda. Ketelitian, kesabaran, dan keunikan kriya buatan tangan menjadi ciri khas utama di setiap produknya.

Peran Rumah BUMN BRI Dorong Ma.ja Watch Naik Kelas hingga Mendunia

Ma.ja Watch, UMKM Binaan BRI. Foto: istimewa

Namun, perjalanan Ma.ja Watch tidak lepas dari tantangan. Di awal usaha, edukasi pasar menjadi salah satu tantangan terbesar, mengingat jam tangan kayu masih tergolong produk yang belum umum di Indonesia. Selain itu, menjaga konsistensi kualitas produksi kriya juga memerlukan perhatian khusus.

Untuk bertahan dan terus berkembang, Ma.ja Watch fokus pada kualitas produk, penguatan storytelling, serta kolaborasi dengan pengrajin lokal. Inovasi desain dan pemanfaatan kanal digital turut menjadi strategi utama dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pemahaman konsumen terhadap produk jam tangan kayu.

Titik balik usaha dirasakan ketika Ma.ja Watch mulai dikenal sebagai brand jam tangan kayu dengan identitas Indonesia yang kuat dan mendapatkan kepercayaan dari berbagai komunitas, institusi, serta ajang pameran. Saat ini, Ma.ja Watch juga bermitra dengan Wonderful Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan brand awareness produk kriya lokal ke pasar yang lebih luas.

Ma.ja Watch, UMKM Binaan BRI. Foto: istimewa

Produk Ma.ja Watch kini mencakup jam tangan pria, wanita, hingga kids series, serta produk turunan seperti strap kulit dan aksesori. Desain minimalis dan koleksi tematik budaya serta alam Indonesia menjadi produk yang paling diminati pasar.

Sejak bergabung dengan Rumah BUMN BRI wilayah Jakarta pada 2023, Ma.ja Watch merasakan dampak signifikan dalam pengembangan usahanya. Berbagai program pelatihan UMKM, pendampingan bisnis, serta fasilitasi keikutsertaan dalam expo dan pameran menjadi bekal penting dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme usaha.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan komitmen BRI dalam mendukung UMKM agar mampu tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing global.

“BRI melalui Rumah BUMN terus mendorong UMKM untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas melalui penguatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, dan pendampingan berkelanjutan. Kisah Ma.ja Watch menjadi contoh bagaimana UMKM lokal dengan identitas kuat dapat berkembang dan menembus pasar internasional,” ujar Dhanny.

Dhanny menambahkan bahwa Rumah BUMN BRI hadir sebagai ekosistem pemberdayaan UMKM yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kompetensi, penguatan branding, hingga fasilitasi business matching agar UMKM Indonesia mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

Saat ini, produk Ma.ja Watch telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia dan mulai merambah pasar internasional melalui kanal digital serta pesanan khusus. Ma.ja Watch juga tercatat sukses berpartisipasi dalam sejumlah pameran internasional seperti Berlin Design Week, Handarty Korea, Style Bangkok, dan Global Sourcing Expo Australia.

Ke depan, Ma.ja Watch menargetkan ekspansi pasar yang lebih luas, penguatan brand sebagai produk kriya berkelanjutan, serta pengembangan koleksi baru yang terus mengangkat cerita daerah dan budaya Indonesia. Justisia berharap Rumah BUMN BRI dapat terus menjadi mitra strategis bagi UMKM, khususnya dalam membuka akses pasar dan pendampingan berkelanjutan agar UMKM Indonesia semakin siap bersaing di pasar global.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya