Liputan6.com, Moskow - Seorang wakil kepala intelijen militer Rusia dilaporkan ditembak dan terluka di Moskow pada Jumat (6/2/2026), dalam serangan terbaru yang terjadi di tengah rangkaian pembunuhan terhadap perwira tinggi militer Rusia yang oleh Moskow kerap dikaitkan dengan Ukraina.
Komite Investigasi Rusia menyatakan Letnan Jenderal Vladimir Alekseyev, 64 tahun, ditembak beberapa kali oleh penyerang tak dikenal di sebuah gedung apartemen di wilayah barat laut Moskow. Alekseyev segera dilarikan ke rumah sakit dan kini tengah menjalani perawatan medis, dikutip dari laman AP News, Jumat (6/2).
Advertisement
Juru bicara Komite Investigasi, Svetlana Petrenko, mengatakan penyelidikan telah dibuka, namun tidak merinci pihak yang diduga berada di balik serangan tersebut. Alekseyev menjabat sebagai Wakil Kepala Pertama Direktorat Intelijen Utama militer Rusia sejak 2011 dan dikenal sebagai salah satu tokoh kunci di lingkaran intelijen Moskow.
Alekseyev pernah dianugerahi gelar Pahlawan Rusia atas perannya dalam operasi militer Rusia di Suriah. Pada Juni 2023, ia juga terekam kamera tengah berbicara dengan pemimpin kelompok tentara bayaran Wagner, Yevgeny Prigozhin, saat kelompok tersebut merebut markas militer di Rostov-on-Don dalam pemberontakan singkat yang gagal.
Penembakan ini terjadi sehari setelah perundingan dua hari antara delegasi Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat di Abu Dhabi berakhir. Pembicaraan tersebut bertujuan mencari jalan keluar bagi konflik di Ukraina yang telah berlangsung hampir empat tahun. Delegasi Rusia dalam perundingan itu dipimpin oleh Kepala Intelijen Militer Rusia, Laksamana Igor Kostyukov.
Sejak Rusia melancarkan operasi militernya ke Ukraina hampir empat tahun lalu, otoritas Moskow berulang kali menuding Kyiv berada di balik sejumlah pembunuhan yang menargetkan perwira militer senior dan tokoh publik di Rusia. Ukraina telah mengakui keterlibatan dalam beberapa kasus, namun hingga kini belum memberikan komentar terkait penembakan Alekseyev.
Serangan Terhadap Pejabat Rusia
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah perwira tinggi Rusia menjadi korban serangan mematikan. Pada Desember lalu, Letnan Jenderal Fanil Sarvarov, Kepala Direktorat Pelatihan Operasional Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, tewas akibat bom mobil.
Pada April, Letnan Jenderal Yaroslav Moskalik, Wakil Kepala Departemen Operasional Utama Staf Umum, juga tewas setelah alat peledak dipasang di mobilnya yang terparkir di dekat apartemennya di luar Moskow. Otoritas Rusia menyatakan pelaku telah ditangkap tak lama setelah kejadian.
Beberapa hari setelah kematian Moskalik, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa dirinya menerima laporan mengenai “likuidasi” sejumlah tokoh militer Rusia, seraya menegaskan bahwa “keadilan pasti akan datang”, meski tidak menyebut nama secara spesifik.
Sebelumnya, pada Desember 2024, Letnan Jenderal Igor Kirillov, Kepala Pasukan Perlindungan Nuklir, Biologi, dan Kimia militer Rusia, tewas akibat bom yang disembunyikan di sebuah skuter listrik di luar gedung apartemennya. Seorang asistennya juga tewas dalam serangan tersebut, yang kemudian diklaim oleh dinas keamanan Ukraina.