Mau Kredit Mobil? Pertimbangkan Dulu Hal Ini

Sejumlah hal harus dipertimbangkan sebelum mengajukan kredit kendaraan bermotor (KKB).

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 06 Februari 2026, 06:00 WIB
Bawa Beragam EV, Wuling Berikan Banyak Promo Menarik di di BCA Expoversary (ist)

Liputan6.com, Jakarta - Bukan hanya soal besaran bunga, ternyata banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum mengajukan kredit kendaraan bermotor (KKB). Jangan sampai, kita terjebak dalam angsuran yang mahal dan kendaraan yang dimiliki tidak sesuai dengan kebutuhan.

"Memilah mobil misalnya, bukan soal bunga, tapi berhubungan dengan beban biayanya, harganya, cocok enggak dengan kantong kita. Kadang minatnya lebih tinggi daripada kebutuhannya, jadinya ngeluh kok angsurannya jadi mahal, padahal dari awal memang mobil yang diinginkannya sudah mahal, tidak sesuai dengan kebutuhannya,"ungkap Presdir BCA Finance, Petrus Karim, saat BCA Expoversary, di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, dikutiip Jumat (6/2/2026).

Yang harus diperhatikan lainnya adalah, harus dipertimbangkan juga muatan mobilnya. Misalnya mengangsur mobil keluarga atau mobil besar, padahal kebutuhannya cukup mobil kecil bermuatan 4 sampai 5 orang.

"Perhatikan kali kebutuhannya, bukan keinginannya. Jadi tidak terjebak pada saat mengangsur,"katanya.

Untuk saat ini, mobil diharga Rp 200 juta hingga Rp 500 juta masih menjadi primadona penjualan. Meski tidak mengungkapkan berapa besaran penjualannya, Petrus mengaku tenor angsurannya pun bervariasi, mulai dari tiga sampai lima tahun.

 

Kendaraan Listrik

Suasana BCA Expoversary 2022 yang diadakan secara offline di ICE BSD, Tangerang, Minggu (13/3/2022). BCA Expoversary 2022 secara offline berhasil mencatatkan transaksi Rp1,9 triliun hingga hari Sabtu (12/3) siang yang dihadiri oleh 18.000 pengunjung dan 2.950 aplikasi kredit. (Liputan6.com/HO/BCA)

Sementara untuk kendaraan listrik pun juga sama, masih tinggi peminatnya. Hanya saja, Petrus berharap, harus dibarengi dengan produsen yang menyediakan unit kendaraannya.

"Minat kendaraan listrik masih terus tumbuh karena apalagi produsennya sangat bersemangat sekali, banyak model baru, model baru, model baru. Jadi ya minat masyarakatnya sangat antusias. Ya mudah-mudahan tidak ada masalah yang berarti ya, produksi terus ditingkatkan kualitasnya, ya kita benar-benar bisa convert atau mempunyai alternatif kendaraan,"tuturnya.

Hingga saat ini, BCA mencatat adanya 3.300 SPK yang siap diproses. Meski tidak ada target, Petrus mengaku di tahun 2026 ini, angka KKB masih positif dan bahkan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya