Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengungkapkan kesannya setelah menjadi pejabat baru di lingkungan Kementerian Keuangan yakni sebagai wakil menteri.
Menurutnya, meski berada dalam lingkungan yang bergerak pada bidang ekonomi-sewaktu menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia-ternyata tetap membuatnya berada dalam lingkungan yang baru ketika menginjakan kaki di Gedung Juanda I Kemennterian Keuangan.
Advertisement
“Tentu saja, pindah dari Thamrin (Gedung Bank Indonesia) ke Lapangan Banteng (Kementerian Keuangan), masih suatu yang baru bagi saya,” katanya di Gedung Juanda I Kementerian Keuangan, Kamis (4/2/2026).
Meski begitu, ia tidak menampik telah mengenal wajah-wajah dari eselon I dan II yang akan membantu dirinya di Kementerian Keuangan. Sebab, saat dirinya masih berada di eselon III dan IV, ia sering berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan.
“Jadi saya merasa nyaman lah,” ucapnya.
Profil Juda Agung
Dikutip dari laman bi.go.id, Juda Agung lahir di Pontianak pada tahun 1964. Setelah menempuh pendidikan di bidang Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor pada tahun 1987.
Juda melanjutkan pendidikan di University of Birmingham dan mendapatkan gelar Master di bidang Commercial dan Social Science pada tahun 1995.
Juda mengawali karir di Bank Indonesia pada tahun 1991 sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter.
Tak lama dari itu, lelaki asal Pontianak ini pada tahun 1992-1993 menjadi Research Assistant di Central Planning Bureau, Belanda.
Kemudian ia melanjutkan pendidikan di University of Birmingham hingga meraih gelar S3 PhD di bidang Economics pada tahun 1999. Setelah 3 tahun, Juda kembali dari tugas belajarnya di University of Birmingham.
Pada 1999-2002 ia pun menjadi peneliti ekonomi junior Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.
Setelah itu pada 2002-2003, dia menjadi peneliti ekonomi Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.
Selanjutnya, dia menjadi Staf Gubernur Bank Indonesia pada 2003-2006. Di tahun berikutnya, pada 2007-2008 Juda menjadi Advisor kepada Direktur Eksekutif IMF, Washington DC.
Sepulangnya dari Washington, lelaki berusia 57 tahun ini kembali ke Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter sebagai Kepala Bagian di Direktorat Riset Ekonom dan Kebijakan Moneter sejak tahun 2019.
Tak hanya itu, Juda juga pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (2014-2017), Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat (2017), dan Pegawai Penugasan Setingkat Direktur Eksekutif Departemen Sumber Daya Manusia (2017-2019).
Juda Agung Datangi Istana Jelang Pelantikan
Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, di tengah sinyal pelantikan Wakil Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dikutip dari Antara, Kamis (5/2/2026), Juda Agung tiba di Istana Kepresidenan pukul 15.17 WIB, mengenakan setelan jas hitam, dasi biru, dan kopiah hitam. Juda Agung tiba didampingi keluarganya.
Selepas tiba di Istana, dia langsung memasuki area dalam Istana tanpa memberikan pernyataan apapun kepada wartawan yang telah menunggu.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberi sinyal adanya upacara pelantikan wakil menteri keuangan di Istana Negara, Jakarta, Kamis sore, untuk mengisi posisi yang sebelumnya diisi Thomas Djiwandono.
Walaupun demikian, Pras, sapaan akrab Prasetyo, belum mau mengumumkan nama wamenkeu pilihan Presiden Prabowo Subianto yang akan menggantikan Thomas.
Terlepas dari itu, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung saat ini diyakini kuat sebagai kandidat wamenkeu pengganti Thomas.
"Nanti akan diumumkan pada waktunya," kata Pras menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan Juda Agung dilantik sebagai wamenkeu hari ini.