BPS Klaim Jumlah Penduduk Miskin di Jakarta Turun 25 Ribu, Ini Faktornya

Jumlah penduduk miskin di Jakarta dilaporkan turun hingga 25 ribu jiwa.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 05 Februari 2026, 16:15 WIB
Penduduk yang tergolong miskin ekstrem memiliki karakteristik tinggal di hunian tak layak dengan luas lahan di bawah delapan meter persegi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - BPS Provinsi DKI Jakarta mencatat jumlah penduduk miskin di Jakarta mengalami penurunan pada September 2025. Jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 439,12 ribu orang, turun 25,75 ribu orang dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 464,87 ribu orang.

Seiring dengan penurunan jumlah penduduk miskin, tingkat kemiskinan di DKI Jakarta juga menurun. Pada September 2025, persentase penduduk miskin di ibu kota tercatat sebesar 4,03 persen, turun 0,25 persen poin dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 4,28 persen.

“Secara keseluruhan, tingkat kemiskinan (P0) di DKI Jakarta pada September 2025 merupakan yang terendah sejak pandemi Covid-19, meskipun masih belum kembali ke level sebelum pandemi,” kata Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta Kadarmanto dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (5/2/2026).

BPS juga mencatat, angka kemiskinan pada September 2025 turun 0,11 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada September 2024, tingkat kemiskinan DKI Jakarta masih berada di angka 4,14 persen.

Faktor Pemicu

Menurut Kadarmanto, tren penurunan tersebut menunjukkan pemulihan ekonomi pascapandemi yang mulai berdampak terhadap kondisi kesejahteraan masyarakat di Jakarta.

“Setelah mengalami lonjakan pada awal pandemi dan sempat berfluktuasi, tren kemiskinan kembali menunjukkan penurunan pada September 2025. Hal ini mencerminkan bahwa pemulihan ekonomi pasca pandemi telah berjalan dan mampu menekan tingkat kemiskinan,” ujarnya.

Meski demikian, BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Jakarta pada September 2025 masih lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelum pandemi Covid-19.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya