Rupiah Lesu terhadap Dolar AS Hari Ini 5 Februari 2026 Imbas Data Ekonomi Global

Berikut prediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah sentimen global pada Kamis, (5/2/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 05 Februari 2026, 11:55 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada Kamis, (5/2/2026) yang dipicu data ekonomi AS yang menguat. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada Kamis, (5/2/2026) yang dipicu data ekonomi AS yang menguat. Kurs rupiah terhadap dolar AS turun 28 poin atau 0,17% menjadi 16.805 per dolar AS dari sebelumnya 16.777 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menuturkan, rupiah loyo dipengaruhi data ekonomi AS yang kuat.

"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp 16.770-Rp 16.820 per dolar AS, dipengaruhi oleh global penguatan index dollar sejalan dengan data ekonomi AS yang kuat," ujar dia dikutip dari Antara.

Mengutip Anadolu, data ADP tentang jumlah tenaga kerja nonpertanian swasta meningkat 22 ribu pada Januari 2026, walaupun di bawah ekspektasi pasar sebesar 46 ribu.

Sebelumnya, pada 2025, pemberi kerja hanya menambah 398 ribu pekerjaan, menurun dari 771 ribu pada tahun 2024.

Melihat sentimen domestik, pelaku pasar disebut masih menunggu data ekonomi Indonesia.

"Pelaku pasar masih menunggu data pertumbuhan ekonomi yang akan diumumkan BPS (Badan Pusat Statistik (BPS) siang ini," ujar Rully.

Penutupan Rupiah terhadap Dolar AS pada 4 Februari 2026

Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi, mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di level 16.776 pada penutupan perdagangan Rabu sore, (4/2/2026). Salah satu sentimen yang menekan rupiah terhadap dolar AS yakni ketegangan Amerika Serikat dan Iran.

"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 23 poin sebelumnya sempat melemah 25 poin di level Rp 16.776 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.754," kata Ibrahim dalam keterangannya, Rabu, 4 Februari 2026.

 

Faktor yang Pengaruhi Rupiah

Teller tengah menghitung mata uang dolar AS di penukaran uang di Jakarta, Rabu (10/7/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di perdagangan pasar spot hari ini di angka Rp 14.125. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Faktor yang mempengaruhi pelemahan rupiah di antaranya, kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, setelah militer AS menembak jatuh drone Iran yang "secara agresif" mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab. 

Insiden tersebut terjadi ketika ketegangan di Timur Tengah tinggi, dengan Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan potensi serangan militer terhadap Republik Islam Iran.

Sementara itu, Iran menuntut agar pembicaraan dengan AS minggu ini berlangsung di Oman, bukan di Turki, dan agar ruang lingkupnya dibatasi hanya pada percakapan dua arah mengenai isu nuklir, yang memperumit upaya diplomatik yang sudah rumit. Para pedagang akan memantau dengan cermat perkembangan seputar negosiasi AS-Iran.

Data Manufaktur AS dan The Fed

Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memastikan keseimbangan supply dan demand di tengah pelemahan nilai tukar rupiah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, data manufaktur AS yang telah memperkuat pandangan The Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral AS mampu bersabar sebelum melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter.

Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (PMI) Institute for Supply Management (ISM) melonjak menjadi 52,6 pada Januari dari 47,9 pada Desember, jauh melampaui ekspektasi pasar sebesar 48,5, sementara PMI Manufaktur Global S&P sedikit meningkat menjadi 52,4 dari 51,9.

Saat ini para pedagang menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed setelah The Fed memutuskan suku bunga tidak berubah pada pertemuannya di bulan Januari dan penunjukan Warsh oleh Presiden Trump. Pasar keuangan saat ini memperkirakan hampir 66% kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan Juni, menurut alat CME FedWatch.

"Fokus pasar hari ini adalah laporan Perubahan Ketenagakerjaan ADP, yang dijadwalkan akan dirilis malam nanti pukul 20.15 WIB," ujarnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya