CIO BitWise Sebut Crypto Winter Datang Lebih Awal, Ini Tandanya

CIO BitWise Matt Hougan menuturkan, musim dingin kripto atau crypto winter sebenarnya telah dimulai Januari 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 05 Februari 2026, 10:00 WIB
CIO Bitwise, Matt Hougan menuturkan, musim dingin kripto atau crypto winter saat ini dimulai jauh lebih awal dari pada yang disadari sebagian besar pelaku pasar. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - CIO Bitwise, Matt Hougan menuturkan, musim dingin kripto atau crypto winter saat ini dimulai jauh lebih awal dari pada yang disadari sebagian besar pelaku pasar.

Hougan menilai penurunan kripto sebenarnya dimulai pada Januari 2025, meskipun arus institusional yang kuat menyembunyikan kerusakan di sebagian besar pasar. Demikian disampaikan Hougan dalam sebuah artikel baru-baru ini di platform X, dahulu bernama Twitter. Demikian mengutip Yahoo Finance, ditulis Kamis (5/2/2026).

Harga bitcoin saat ini turun 40% dari posisi puncaknya pada Oktober 2025 sebesar USD 126.080 atau Rp 2,11 miliar (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.800). Sementara itu, Ethereum sudah merosot 53%.

"Indeks ketakutan dan keserakahan kripto telah mencapai tingkat “ketakutan ekstrem” yang menempatkan pasar dalam kondisi musim dingin,” kata Hougan.

Pakar itu mencatat, pergerakan harga selama setahun terakhir mengikuti dua garis waktu yang berbeda. Aset yang berfokus pada ritel memasuki fase bearish pada awal 2025, tetapi kripto yang dapat diakses oleh institusi tetap didukung hingga jauh kemudian.

Bitcoin dan Ethereum mendapatkan manfaat dari arus masuk ETF dan Digital Asset Treasury sepanjang tahun dan turun sekitar 10,3% hingga 19,9%.

Sementara itu, banyak altcoin anjlok antara 61,9% dan 74,7% karena kurangnya akses institusional.

Hougan mencatat ETF dan instrumen terkait mengakuisisi sekitar 744.417 BTC selama periode ini. Nilai pembeliannya sekitar USD 75 miliar atau Rp 1.259 triliun. Ia berpendapat tanpa permintaan ini, Bitcoin bisa saja mengalami penurunan mendekati 60% jauh lebih awal.

Eksekutif Bitwise itu menambahkan, musim dingin kripto cenderung berlangsung sekitar 13 bulan. Ia percaya pasar kemungkinan lebih dekat ke akhir penurunan daripada awal.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Volatilitas Bitcoin Berlanjut

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Bitcoin jatuh serendah USD 73.000 pada 3 Februari sebelum pulih di atas USD 76.000 setelah RUU pendanaan AS disahkan, mencegah penutupan pemerintah dan mengurangi risiko makro jangka pendek.

Namun, Santiment melaporkan sekitar USD 30 juta dalam likuidasi DeFi dan menunjukkan pembersihan leverage yang sedang berlangsung.

Selama seminggu terakhir, Bitcoin telah turun hampir 14%. Level harga saat ini berada di bawah level perdagangan Bitcoin selama pelantikan Trump pada Januari 2025.

Harga tersebut mendekati zona yang diuji selama pengumuman perang dagang April lalu. Dompet yang menyimpan antara 10 dan 10.000 BTC telah menjual sekitar 50.181 koin selama dua minggu terakhir.

Pada saat yang sama, alamat ritel telah membeli saat harga turun. Secara historis, kondisi penjualan oleh pemegang besar dan pembelian ritel ini tidak mendukung pertumbuhan pasar yang berkelanjutan, catat Santiment.

Meskipun beberapa analis memperkirakan fase penurunan akan berlangsung enam hingga sembilan bulan lagi, banyak yang mencatat bahwa kejelasan regulasi dapat membatasi penurunan dibandingkan dengan siklus sebelumnya, di mana penurunan Bitcoin mencapai 80%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya