ING Buka Akses Ritel ke Bitcoin hingga Solana ETP di Jerman

ING merancang produk untuk menurunkan hambatan masuk ke kripto.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 03 Februari 2026, 16:00 WIB
ING membuka akses produk kripto untuk investor ritel. (Foto: Freepik)

Liputan6.com, Jakarta - ING Deutschland membuka akses ritel untuk produk kripto yang berhubungan dengan exchange-traded notes (ETN) dan produk lainnya. Hal ini seiring pelanggan mendapatkan eksposur ke bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) dan Solana.

Mengutip the block, Selasa (3/2/2026), menurut website perseroan, produk-produk itu adalah instrument yang didukung  secara fisik yang diterbitkan oleh 21Shares, Bitwise dan VanEck.

Melalui platform Direct Depot milik ING, produk-produk ini melacak kinerja masing-masing kripto dan diperdagangkan di bursa yang teregulasi.

ING mengatakan, produk-produk ini dirancang untuk menurunkan hambatan masuk untuk investasi kripto dengan memakai infrastruktur perbankan yang familiar, menghilangkan kebutuhan untuk mengelola sistem dompet pihak ketiga atau kunci pribadi.

"Ini menciptakan akses lain yang sangat mudah ke investasi kripto melalui produk yang diperdagangkan di bursa," ujar CEO VanEck Europe, Martijn Rozemuller.

"Banyak investor menginginkan solusi yang sesuai dengan struktur penyimpanan yang ada dan sekaligus meyakinkan dengan biaya yang transparan. Itulah tepatnya yang diwakili oleh kemitraan ini, menghadirkan eksposur kripto ke tempat investor yang sudah berinvestasi, di penyimpanan sekuritasnya,”.

ING mencatat investasi dalam ETN dikenakan perlakuan pajak yang serupa dengan kepemilikan kripto langsung di Jerman, termasuk potensi pengecualian pajak atas keuntungan modal untuk posisi yang dipegang lebih dari satu tahun.

Namun, bank tersebut memperingatkan produk-produk tersebut membawa risiko yang signifikan, dengan menyebutkan volatilitas harga yang "ekstrem", kemungkinan kerugian total jika penerbit mengalami kebangkrutan, tantangan likuiditas, manipulasi pasar, dan ketidakpastian regulasi.

 

Produk Spekulatif

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Pada halaman yang menjelaskan sifat mata uang kripto, ING mencatat  kripto adalah produk spekulatif yang tidak memiliki nilai intrinsik. Perkembangan nilai atau harga kripto sangat bergantung pada efek psikologis, dan ini juga memengaruhi harga aset kripto yang diperdagangkan di bursa.

ING, sebuah grup perbankan besar Belanda yang hadir sejak abad ke-18, telah terjun ke aset digital dalam beberapa tahun terakhir. September lalu, ING bergabung dengan delapan bank Eropa lainnya untuk membentuk konsorsium guna mengembangkan stablecoin berbasis euro, dengan tujuan untuk menjadikannya sebagai "standar pembayaran Eropa yang tepercaya."

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Inggris Minta Bank Setop Blokir Perusahaan Kripto

Ilustrasi berbagai macam aset kripto. (Foto By AI)

Sebelumnya, pejabat Pemerintah Inggris berharap bank memperlakukan semua bisnis secara adil, termasuk penyedia layanan kripto, sebagai bagian dari ambisi pemerintah untuk menjadikan negara itu sebagai pusat aset digital internasional.

Mengutip Yahoo Finance, Kamis (29/1/2026), Pemerintah telah mengajukan undang-undang untuk regulasi aset kripto ke Parlemen dan mengharapkan aturan final akan dikonfirmasi tahun ini, "memberikan kepastian yang dibutuhkan bisnis kripto untuk berinvestasi dan berkembang di Inggris," ujar juru bicara Kementerian Keuangan dan Ekonomi Inggris, kepada Coindesk.

Pernyataan ini muncul setelah sebuah kelompok lobi kripto dan Coinbase menuduh bank-bank Inggris memblokir jutaan pelanggan untuk mengakses layanan aset digital yang "sepenuhnya" legal.

"Kami mengharapkan bisnis diperlakukan secara adil," kata juru bicara Kementerian Keuangan kepada CoinDesk.

Ia menambahkan, perusahaan kripto yang diotorisasi oleh Otoritas Perilaku Keuangan (FCA) tidak boleh diperlakukan berbeda hanya karena sektor mereka.

"Kami tidak mengharapkan perusahaan berlisensi tersebut dikenai pembatasan akun atau transaksi oleh penyedia layanan perbankan," kata juru bicara tersebut.

Meskipun kerangka regulasi kripto di Inggris mulai terbentuk, banyak bank terus memblokir pelanggan untuk mengakses bursa kripto yang terdaftar di FCA, demikian menurut laporan Dewan Bisnis Aset Kripto Inggris.

Laporan tersebut, berdasarkan survei terhadap 10 bursa kripto utama yang beroperasi secara legal di Inggris, menemukan tujuh di antaranya mengatakan lingkungan perbankan menjadi lebih tidak ramah pada 2025, sementara tiga lainnya mengatakan tetap tidak berubah.

 

Blokir Jutaan Pelanggan

Ilustrasi harga kripto (Foto By AI)

Daftar perusahaan aset kripto FCA yang memenuhi aturan anti pencucian uang dan pendanaan kontra terorisme kini mencakup 59 perusahaan, termasuk Coinbase, Kraken, dan Gemini.

Regulator tersebut pekan lalu memulai konsultasi akhir tentang aturan yang akan berlaku pada Oktober 2027. Undang-undang Departemen Keuangan yang disahkan pada akhir tahun 2025 memperluas aturan keuangan yang ada untuk mencakup sektor ini.

Kepala Kebijakan Internasional Coinbase, Tom Duff Gordon mengatakan, kepada CoinDesk laporan tersebut menunjukkan bank-bank Inggris memblokir jutaan pelanggan untuk mengakses "layanan yang sepenuhnya legal dan sesuai, seringkali tanpa penjelasan dan tanpa penilaian risiko yang tepat."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya