Liputan6.com, Jakarta - Di tengah ketatnya persaingan industri teknologi global yang kian menuntut transparansi, Global Infotech Solution (GIS) menunjukkan kemajuan signifikan dalam tata kelola keberlanjutan.
Memasuki awal 2026, perusahaan sistem integrator ini resmi mengantongi predikat Bronze Medal dari EcoVadis, lembaga penilai keberlanjutan bisnis internasional terkemuka.
Advertisement
Pencapaian ini menandai lompatan penting bagi GIS. Setelah sebelumnya meraih kategori Committed pada 2025, kenaikan peringkat ke medali perunggu ini menempatkan GIS dalam jajaran 35 persen perusahaan terbaik dari total 1.000 organisasi global yang dievaluasi oleh EcoVadis.
Keberhasilan GIS meraih kenaikan peringkat ini mencerminkan penguatan kebijakan dan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang konsisten di seluruh lini operasional.
Managing Director Global Infotech Solution, Amon Fernandes, menegaskan bahwa penerapan ESG bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan fundamental untuk menjaga kepercayaan di pasar teknologi global.
"ESG kini bukan lagi diferensiasi, tetapi prasyarat untuk bisa bertahan dan dipercaya di industri teknologi. Bagi GIS, penilaian EcoVadis menjadi alat ukur untuk memastikan bahwa pertumbuhan bisnis kami berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat," ujar Amon dalam keterangan, Selasa (3/2/2026).
Penilaian EcoVadis mengacu pada empat pilar utama: Lingkungan, Ketenagakerjaan & Hak Asasi Manusia (HAM), Etika, serta Pengadaan Berkelanjutan.
Transformasi Operasional dan Dampak Sosial
Kenaikan peringkat ini didorong oleh fondasi kuat yang dibangun sepanjang 2025. Selain mengantongi sertifikasi ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan) dan ISO 45001 (K3), GIS juga telah diakui melalui penghargaan Top CSR Award 2025.
Sejumlah inisiatif strategis yang dilakukan perusahaan meliputi:
- Transisi Energi: Modernisasi armada direksi dengan kendaraan listrik dan optimalisasi konsumsi energi operasional.
- Ekonomi Sirkular: Pengelolaan limbah terintegrasi melalui program GIS Recycling dan digitalisasi proses internal guna menekan penggunaan kertas (paperless).
- Investasi Sumber Daya Manusia: Penerapan prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) serta pemberian GIS Scholarship untuk pengembangan talenta di bidang informatika.
- Pelestarian Ekosistem: Program penanaman mangrove sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan jangka panjang.
Nilai Tambah bagi Mitra Bisnis
Sebagai perusahaan sistem integrator, GIS tidak hanya berfokus pada penyediaan solusi teknologi, tetapi juga memastikan rantai pasoknya memenuhi standar pengadaan berkelanjutan.
Langkah ini dipandang krusial dalam merespons ekspektasi pasar yang kian kritis terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab.
Dengan menjadikan keberlanjutan sebagai pilar strategi perusahaan, GIS mempertegas posisinya sebagai pemain utama di industri teknologi Indonesia yang mampu beradaptasi dengan standar global.
Upaya ini diharapkan dapat memberikan keyakinan lebih bagi pelanggan dan mitra bisnis dalam menjalin kerja sama jangka panjang yang transparan.