Pendiri Perusahaan Penambangan Kripto Terbesar di Rusia Ditahan Imbas Hindari Pajak

Pendiri perusahaan penambangan kripto terbesar di Rusia BitRiver, Igor Runets hadapi tiga tuduhan.Ia diduga menyembunyikan aset untuk hindari pajak.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 03 Februari 2026, 10:00 WIB
Pendiri perusahaan penambangan kripto terbesar Rusia BitRiver, Igor Runets (39) berada dalam tahanan rumah(Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Pendiri perusahaan penambangan kripto terbesar Rusia BitRiver, Igor Runets (39) berada dalam tahanan rumah. Hal ini setelah dituduh menggelapkan pajak. Di tengah tuduhan terhadap pendiri karena pajak, BitRiver juga hadapi potensi kebangkrutan.

Mengutip Yahoo Finance, Selasa (3/2/2026), Runets ditahan pada Jumat, dan menghadapi tiga tuduhan karena diduga menyembunyikan aset untuk menghindari pajak.

Tim hukum Runets kini memiliki waktu singkat untuk mengajukan banding atas penahanan rumah tersebut sebelum sepenuhnya diberlakukan pada hari Rabu. Jika banding tidak berhasil atau tidak diajukan, Runets akan tetap berada di rumah selama keseluruhan proses hukum, menurut RBC.

Runets adalah pelopor utama di industri penambangan kripto Rusia, menurut laporan Bloomberg pada Senin. Ia mendirikan BitRiver pada 2017 dan kemudian memperluasnya menjadi 15 pusat data dengan lebih dari 175.000 server dan kapasitas 533 megawatt. AS memberikan sanksi kepada BitRiver pada 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina. Sebagai perbandingan, MARA Holdings, salah satu penambang bitcoin terbesar di AS, memiliki kapasitas penambangan 1,8 gigawatt.

Lulusan MBA Universitas Stanford ini mulai membangun pusat data penambangan kripto di Siberia pada 2017. Tak lama kemudian, BitRiver menarik klien dari seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat (AS) dan China. Ketika harga bitcoin mencapai puncaknya, melonjak hampir 650% menjadi lebih dari USD 62.000 pada Oktober 2021, menurut data CoinDesk, penambangan mata uang kripto menjadi semakin menguntungkan saat itu.

Selain itu, pada Senin, kantor berita lokal Kommersant melaporkan BitRiver menghadapi potensi kebangkrutan setelah anak perusahaan En+ Group mengajukan klaim insolvensi di pengadilan arbitrase regional.

 

 

BitRiver Hadapi Tantangan

Ilustrasi harga kripto. (Foto by AI)

Perselisihan tersebut berpusat pada tuduhan bahwa perusahaan induk BitRiver, Fox Group, gagal mengirimkan peralatan penambangan yang telah dibayar di muka, dengan penggugat menuntut lebih dari USD 9,2 juta. Pembekuan rekening yang diperintahkan pengadilan terkait kasus ini dapat mengganggu operasi di perusahaan yang pernah mengendalikan lebih dari setengah kapasitas penambangan kripto industri Rusia.

Tantangan hukum ini muncul ketika BitRiver sudah berada di bawah tekanan akibat meningkatnya utang energi, sengketa peralatan, dan kekacauan internal, tambah Kommersant, mengutip sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Beberapa pusat data dilaporkan telah ditutup di tengah larangan penambangan regional, sementara sebagian besar manajemen senior telah meninggalkan perusahaan selama setahun terakhir. Analis mengatakan kepada surat kabar tersebut keruntuhan BitRiver kemungkinan akan mempercepat konsolidasi di sektor penambangan Rusia dan membentuk kembali ekspektasi seputar permintaan listrik dari industri tersebut.

 

 

Penambang Kripto Hadapi Masalah

Ilustrasi tambang Kripto. (Foto By AI)

Para penambang yang menghadapi masalah keuangan telah menjadi fenomena yang meluas setelah peristiwa halving baru-baru ini, yang memangkas imbalan menjadi setengahnya, sehingga menekan margin keuntungan.

Dengan meningkatnya biaya listrik dan jatuhnya harga bitcoin, sebagian besar penambang telah beralih untuk menawarkan pusat data mereka untuk menampung mesin komputasi bagi perusahaan AI dan komputasi awan, mendiversifikasi bisnis mereka dari penambangan.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya