Investor Asing Balik Masuk, OJK Nilai Ini Sinyal Positif di Tengah Tekanan Pasar Saham

Meski IHSG terkoreksi 4,88%, OJK menyoroti kembalinya kepercayaan investor asing yang mencatatkan net buy Rp 654,9 miliar.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 02 Februari 2026, 20:15 WIB
Penjabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang juga Wakil Ketua DK OJK, Friderica Widyasari Dewi. IHSG anjlok mengikuti tren bursa Asia, namun OJK mencatat kabar baik berupa aksi beli bersih investor asing senilai Rp654,9 miliar.

Liputan6.com, Jakarta - Penjabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang juga Wakil Ketua DK OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyoroti kembalinya aliran dana asing ke pasar saham domestik di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pada perdagangan hari ini, IHSG ditutup turun 4,88 persen ke level 7.922,73. Namun di balik pelemahan tersebut, investor asing justru mencatatkan net buy sebesar Rp 654,9 miliar setelah empat hari sebelumnya membukukan net sell.

Menurut Friderica, kondisi ini menjadi salah satu hal positif yang perlu dicermati pelaku pasar, karena menunjukkan masih adanya kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia.

“Namun dibalik angka penurunan tersebut tentu ada hal lain yang harus kita lihat juga dan ini hal yang sangat baik. Ternyata setelah 4 hari asing net sell pada hari ini asing mencatatkan net buy sebesar Rp 654,9 miliar. Jadi ini berita bagusnya bahwa ternyata foreign buy hari ini setelah 4 hari kemarin net sell dari foreign,” ujar Friderica dalam konferensi pers di Gedung BEI, Senin (2/2/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa tekanan pasar tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah bursa saham kawasan seperti Korea Selatan, Hong Kong, India, Singapura, dan Tiongkok turut melemah, bahkan indeks Kospi Korea Selatan tercatat turun lebih dari 5 persen.

Di tengah dinamika tersebut, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) memastikan perdagangan tetap berjalan teratur, wajar, dan efisien. OJK juga mengimbau investor untuk tidak panik dan tetap berfokus pada tujuan investasi jangka panjang.

“Kami ingin memastikan bahwa OJK bersama seluruh SRO memastikan ya seluruh perdagangan dilakukan secara teratur wajar efisien dan kami menghimbau kepada seluruh investor di tanah air seluruh investor pasar modal untuk tetap tenang tidak panik dan kalau kita melihat kalau investasi di pasar modal itu kan melihat jangka panjang ya melihat fundamental ekonomi kita sangat baik dan juga kalau kita melihat prospek ke depan juga sangat baik,” jelasnya.

Selain itu, Friderica menyampaikan bahwa pertemuan dengan MSCI telah digelar pada sore hari ini dan dihadiri oleh perwakilan SRO, OJK, serta pihak terkait lainnya.

IHSG Anjlok 4,88%, 720 Saham Merosot

Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga penutupan perdagangan saham Senin, (2/2/2026). Namun, tekanan IHSG hari ini berkurang meski sudah meninggalkan posisi 8.000 dan seluruh sektor saham memerah.

Mengutip data RTI, IHSG turun 4,88% ke posisi 7.922,73. Indeks saham LQ45 terpangkas 3,27% ke posisi 806,24. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.313,05 dan level terendah 7.820,22. Sebanyak 720 saham memerah sehingga bebani IHSG. 58 saham menguat dan 36 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.948.948 kali dengan volume perdagangan saahm 50 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 29 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.785.

Seluruh sektor saham memerah. Sektor saham basic terpangkas 10,74%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi turun 7,66%, sektor saham industri melemah 5,88%, sektor saham consumer nonsiklikal susut 1,73%, sektor saham consumer siklikal melemah 7,67%.

Lalu sektor saham kesehatan terpangkas 1,28%, sektor saham keuangan turun 2,33%, sektor saham properti melemah 6,27%, sektor saham teknologi merosot 6,04%, sektor saham infrastruktur turun 6,06%, dan sektor saham transportasi tergelincir 6,18%.

 

Tekanan Ganda

Papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, koreksi IHSG 4% hari ini dipengaruhi kombinasi tekanan sentimen global dan faktor domestik.

Ia menuturkan, dari global, arus dana asing yang cenderung keluar dari emerging market. "Dari domestik, pelemahan diperkuat oleh lanjutan respons pasar terhadap isu MSCI, efek pengunduran diri petinggi BEI dan OJK, serta efek psikologis pasca beberapa kali trading halt,” ujar dia seperti dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, tekanan jual juga terkonsentrasi pada saham-saham big cap yang memiliki bobot besar di indeks, sehingga penurunannya terasa lebih dalam.

Secara keseluruhan,  Reydi mengatakan, pelemahan ini lebih mencerminkan shock sentimen dan penyesuaian jangka pendek, bukan perubahan fundamental ekonomi. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya