Prabowo Sesalkan Pembongkaran Peninggalan Sejarah: Situs Majapahit Berubah Jadi Pabrik

Prabowo menyebut bangsa Indonesia belum sepenuhnya menghormati sejarah.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 02 Februari 2026, 17:14 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan pemerintah daerah tahun 2026 di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor. (Tangkapan Layar YouTube Kemendagri RI)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyesalkan beberapa situs Majapahit yang kini sudah berubah menjadi pabrik. Dia pun meminta para kepala daerah di seluruh Indonesia untuk memberikan perhatian serius terhadap pelestarian situs-situs sejarah.

"Mereka yang melupakan sejarah akan dihukum oleh sejarah. Mereka yang melupakan sejarah akan terbelit dalam kesalahan-kesalahan yang dilakukan di masa lalu," kata Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Dia menceritakan pengalamannya melihat langsung jejak diskriminasi dan kurangnya penghormatan terhadap sejarah, bahkan bertahun-tahun setelah Indonesia merdeka. Hanya saja, saat ini peninggalan tersebut sudah dibongkar.

"Saya masih melihat prasasti. Saya lihat satu prasasti tahun 1978, saya ulangi, tahun 1978, 28 tahun setelah kedaulatan kemerdekaan, masih ada prasasti di kolam renang Manggarai waktu itu. Sayang, mungkin sudah dibongkar," ungkapnya.

Bangsa Indonesia Tak Sepenuhnya Hormati Sejarah

Prabowo menyayangkan pembokaran peninggalan dan situs-situs bersejarah Indonesia. Menurut dia, hal tersebut menunjukkan bahwa bangsa Indonesia belum sepenuhnya menghormati sejarah.

"Kadang-kadang kita tidak menghormati sejarah kita. Situs-situs bersejarah dibongkar. Ini para kepala daerah harus memikirkan," tutur Prabowo.

Prabowo lantas bertanya soal stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) yang menjadi tempat orasi Bung Tomo pada pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Dia juga mendapat kabar situs Majapahit berubah menjadi pabrik.

"Saya mau tanya, di mana stasiun RRI yang digunakan oleh Bung Tomo waktu pertempuran 10 November? Apakah masih ada? Di mana situs-situs Majapahit? Saya dengar ada beberapa yang sudah jadi pabrik," ujar dia.

Kepala Negara mengingatkan keberadaan bangsa Indonesia saat ini merupakan hasil perjuangan panjang dan pengorbanan besar para pendahulu. Untuk itu, pelestarian situs sejarah tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan pembangunan jangka pendek.

"Semua telah menyumbangkan berkontribusi terhadap kehadiran kita hari ini. Saya selalu mengajak apapun perbedaan kita, berbeda suku, ras, agama, aliran pemikiran politik, tapi kita adalah satu bagian satu keluarga besar Indonesia," pungkas Prabowo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya