Immanuel Ebenezer Kecewa Respons Purbaya soal Peringatan akan 'Di-Noel-kan': Emang Bapak Orang Suci

Immanuel Ebenezer menyebut peringatan ke Purbaya itu sebenarnya bermaksud baik karena negara ini tak suka orang berprestasi.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 02 Februari 2026, 16:49 WIB
Sebelum sidang dimulai, Immanuel Ebenezer menyatakan kesiapannya bertanggung jawab atas perbuatan yang didakwakan JPU KPK. Tampak dalam foto, tersangka kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 di Kementerian Ketenagakerjaan yang juga mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer Gerungan (kiri) sesaat sebelum mengikuti persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026). (Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Liputan6.com, Jakarta - Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel merespons kembali pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal istilah di-Noel-kan. Dia mengaku kecewa karena peringatan yang disampaikan tidak ditanggapi positif.

"Begitu ya? Padahal maksud saya kan baik ya Pak Purbaya, tapi responnya negatif ya. Maksud saya gini loh, hati-hati di OTT di-Noel-kan. Di-Noel-kan gini maksudnya: lu dicari kesalahannya," kata Noel kepada awak media di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (2/2/2026).

Noel meyakini, semua orang memiliki rekam jejak hitam masa lalu. Termasuk Purbaya sebelum menjadi menteri keuangan.

"Emang Pak Purbaya orang suci? Sampaikan ke beliau, beliau itu bukan orang suci. Praktik yang kayak saya ini, hampir semua pejabat melakukan kok. Jangan konyol Pak Purbaya bilang? kalau Pak Purbaya orang suci, suruh bersumpah sama saya. Dia orang suci atau bukan? Gitu!" jelas Noel.

Hanya Mewanti Purbaya

Tersangka kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 di Kementerian Ketenagakerjaan yang juga mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer Gerungan (kiri) sesaat sebelum mengikuti persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026). (Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Soal Purbaya mengatakan bahwa Noel terima uang atas kasus dugaan pemerasan sertifikasi K3, Noel mengakuinya. Namun dia hanya mewanti agar Purbaya tidak bernasib sama sepertinya.

"Terima duitlah. Siapa enggak terima duit? Jadi diingatin hati-hati, nanti di-Noel-kan. Maksud saya itu lu (Purbaya) dicari kesalahannya. Bangsa ini enggak suka orang berprestasi, bangsa ini enggak suka orang berpihak (ke rakyat)," ujarnya.

"Sedikit berprestasi menjadi target operasi, sedikit berpihak kepada rakyat dijadiin target operasi. Kan itu perilakunya," ujarnya berpesan ke Purbaya.

Noel pun menambahkan, situasi tersebut tak terbatas untuk Purbaya saja. Bahkan untuk kepala daerah dan pejabat yang memiliki karakter seperti Purbaya, berpihak kepada rakyat.

"Pejabat semua, tapi saya enggak mau sebutkan (nama). Nggak lama lagi ada gubernur, menteri, dan bupati. Karena motivasi mereka seperti apa yang disampaikan Pak Prabowo (bantu rakyat)," ujar Noel menandasi.

Respons Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus level 10.000 pada 2026. Foto: Gagas/Liputan6.com

Sebelumnya, Purbaya mengaku tidak memahami maksud peringatan Noel dan menegaskan dirinya tidak menerima uang.

“Saya enggak ngerti, apa sih maksudnya? Noel kan terima duit, gua mah enggak terima duit,” kata Purbaya kepada wartawan usai Sidang Terbuka Satgas Debottlenecking, Senin (26/1/2026).

Ia menilai kemungkinan dirinya mengalami kasus serupa sangat kecil selama tidak menerima uang. Purbaya juga mengaku tidak mengetahui alasan Noel menyampaikan pernyataan tersebut.

Meskipun begitu, Purbaya menyebut kemungkinan itu secara teori bisa saja terjadi, misalnya jika ada pihak yang sengaja menaruh uang tanpa sepengetahuannya. Namun menurutnya, situasi seperti itu tetap harus memiliki konteks atau latar belakang perkara yang jelas, sementara ia merasa tidak memiliki urusan yang mengarah ke sana.

Menanggapi dugaan kaitan isu tersebut dengan agenda reformasi pajak dan bea cukai, Purbaya memastikan program reformasi tetap berjalan.

“Biar aja. Kita kan tetap saja akan reformasi. Noel Noel, saya saya. Yang penting kan saya enggak terima uang, itu,” tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya