Pasar Mobil Bensin di China Terjun Bebas

Pasar mobil penumpang berbahan bakar bensin di China mengalami penurunan signifikan selama enam tahun terakhir berturut-turut.

oleh Azkal AzkiaDiterbitkan 11 Februari 2026, 16:09 WIB
Rata-rata mobil listrik di China kini mampu menempuh 528 km dalam sekali pengisian penuh, berkat kemajuan pesat teknologi baterai dan efisiensi energi (HKCD)

Liputan6.com, Jakarta - Pasar mobil penumpang berbahan bakar bensin di China mengalami penurunan signifikan selama enam tahun berturut-turut. Total volume tahunannya menurun dari 17,8 juta unit pada 2020 menjadi 10,85 juta unit pada 2025.

Hal tersebut dikarenakan penetrasi New Energy Vehicle (NEV) yang mencapai 59 persen pada Desember 2025, sehingga kembali membentuk permintaan di seluruh segmen pasar utama. 

Dilansir dari laman Carnewschina, penurunan penjualan kendaraan bermesin bensin mewakili pengurangan sekitar 7 juta unit selama enam tahun, setara dengan penurunan sekitar 39 persen. 

Pergeseran ini terjadi bersamaan dengan perubahan yang lebih luas dalam perilaku pembelian konsumen dan percepatan adopsi sistem penggerak listrik di pasar mobil penumpang Tiongkok.

Di antara sepuluh model mobil bermesin pembakaran internal terlaris pada tahun 2025, merek-merek hasil usaha patungan mendominasi sebagian besar posisi dari peringkat enam hingga sepuluh.

Dipimpin oleh Volkswagen Magotan mencatat penjualan 202.000 unit, mewakili peningkatan tahunan sebesar 15,6 persen. 

Kemudian, Volkswagen Tiguan L terjual sekitar 200.000 unit, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 18,9 persen, sementara Toyota RAV4 terjual sekitar 200.000 unit, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 5,6 persen. 

Toyota Camry mencapai hampir 210.000 unit penjualan dengan pertumbuhan tahunan sebesar 32 persen, dan Volkswagen Passat mencatat hampir 230.000 unit dengan penurunan tahunan sebesar 7,7 persen.

Adapun merek-merek Tiongkok menduduki dua posisi dalam peringkat lima besar. Geely Xingyue L mencatatkan penjualan 240.000 unit, meningkat 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Geely Boyue mencatatkan penjualan 230.000 unit dengan peningkatan 148 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang merupakan tingkat pertumbuhan tertinggi di antara model-model mesin pembakaran internal yang berada di peringkat teratas.

Model Terlaris 2025

Tiga model mobil bermesin pembakaran internal terlaris pada tahun 2025 adalah Volkswagen Sagitar, Volkswagen Lavida, dan Nissan Sylphy. Volkswagen Sagitar mencatat penjualan sebanyak 256.000 unit. 

Volkswagen Lavida mencatat penjualan sebanyak 270.000 unit dengan penurunan 16,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nissan Sylphy mencatat penjualan sebanyak 320.000 unit dengan penurunan 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Perbandingan historis menunjukkan bahwa beberapa model mobil bermesin pembakaran internal terkemuka mengalami penurunan volume penjualan jangka panjang yang signifikan. 

Nissan Sylphy turun dari puncaknya 538.000 unit pada tahun 2020 menjadi 320.000 unit pada tahun 2025, sementara Volkswagen Lavida menurun dari hampir 500.000 unit pada tahun 2019 menjadi 270.000 unit pada tahun 2025.

Peringkat tahun 2025 menunjukkan bahwa kepemimpinan penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal tetap terkonsentrasi di antara merek-merek usaha patungan dan merek domestik yang sudah mapan, meskipun terjadi kontraksi pasar secara keseluruhan.

 

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya