Prabowo Beri Peringatan Keras Eks Bos BUMN: Tunggu Saja!

Tersimpan amarah Presiden Prabowo terhadap carut-marut pengelolaan BUMN masa lalu. Siapa saja bos BUMN yang disebut harus bertanggung jawab?

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 02 Februari 2026, 13:40 WIB
Presiden Prabowo beri taklimat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul. (istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan rasa geramnya terhadap pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dia bahkan menyebut mantan pejabat BUMN tinggal menunggu panggilan Kejaksaan Agung.

Prabowo memulai dengan cerita pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang mengelola 1.040 BUMN dengan total aset USD 1 triliun. Sebelum hadirnya Danantara, aset itu dikelola oleh masing-masing perusahaan dengan jumlah ribuan tersebut.

"Tadinya terpecah-pecah dalam 1.040 perusahaan, bayangkan gak? siapa yang bisa manage seribu perusahaan? ini akal-akalan," tegas Prabowo dalam Taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Prabowo kembali geram. Nadanya mulai meninggi dan mengatakan kalau pemimpin BUMN terdahulu harus bertanggung jawab. Dia bahkan mewanti-wanti pejabat BUMN nakal untuk bersiap menghadapi panggilan dari Kejaksaan Agung.

"Saya katakan, pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab. Jangan enak-enak kau, siap-siap kau dipanggil kejaksaan," ucapnya.

Kepala Negara ini menyebut sempat mendapat pandangan sinis dari petinggi BUMN dahulu. Dia pun kembali mengulang soal peringatannya tadi. "Kan mereka ngejek Prabowo itu hanya bisa ngomong di podium aja 'oh iya?' ya tunggu aja panggilan, lu jangan nantang gue lu," tegasnya.

"Saya hanya takut sama rakyat Indonesia dan Tuhan Maha Besar, saya hanya takut itu," sambung RI 1.

 

Danantara Targetkan Laba Bersih BUMN Rp 350 Triliun pada 2026

Wisma Danantara Indonesia (Istimewa)

Sebelumnya, Danantara Indonesia menargetkan perolehan laba bersih gabungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp 350 triliun pada 2026. Sasaran tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp 285 triliun.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menuturkan peningkatan target laba ini merupakan hasil dari proses transformasi dan restrukturisasi BUMN yang telah berlangsung selama satu tahun terakhir.

"Tahun 2026, kami memasukkan rencana kerja kurang lebih Rp 350 triliun laba, tetapi saya tentu mengekspektasikan lebih," ujar Dony dalam acara Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia, Rabu (28/1/2026).

Dony menjelaskan bahwa secara operasional laba BUMN pada 2025 sebenarnya mencapai sekitar Rp 332 triliun. Namun, setelah dilakukan penyesuaian berupa pencatatan penurunan nilai aset atau impairment senilai sekitar Rp 55 triliun, laba bersih yang dibukukan turun ke rentang Rp 280 triliun hingga Rp 285 triliun.

 

Kontribusi di Luar Laba

Dony menyampaikan bahwa BUMN sejatinya telah memberikan kontribusi yang positif, tidak hanya dari sisi laba, tetapi juga melalui penerimaan lain seperti pajak dan kontribusi lainnya.

Ia menambahkan, prospek kinerja BUMN pada 2026 dinilai tetap positif seiring langkah Danantara yang tengah melakukan pembenahan terhadap struktur dan fundamental bisnis perusahaan pelat merah. Evaluasi tersebut mencakup penelaahan sumber pendapatan, margin EBITDA, hingga peningkatan efisiensi struktur biaya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya