Gayo Lues Masih Banyak Endapan Tanah hingga Batu Besar Sisa Banjir, Ekskavator Kembali Ditambah

Selain di Gayo Lues, pemerintah fokus membuka seluruh akses darat di Aceh, meskipun kondisi di lapangan saat ini masih sangat menantang.

oleh Lia HarahapDiterbitkan 01 Februari 2026, 14:09 WIB
Ekskavator diangkut menuju desa terisolir saat melintas di, Desa Gajah, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh (Dok: Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Upaya revitalisasi jalur lintas Gayo Lues-Aceh Timur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor terus dikebut. Agar pekerjaan menjadi maksimal, pemerintah menambah dua alat berat berupa ekskavator.

Mengutip dari Antara, Minggu (1/2/2026) di Desa Gajah, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, tampak dua truk membawa alat berat menuju wilayah Desa Pining, sekitar 40 kilometer dari pusat Kabupaten Gayo Lues.

Diketahui, jalan menuju wilayah tersebut kini telah dapat diakses. Namun, sejumlah material sisa bencana seperti sisa longsoran tanah dan batuan besar masih terdapat di sejumlah titik.

Di samping itu, terdapat pula bagian jalan yang hilang, baik tertimbun reruntuhan tanah maupun ikut longsor terbawa air. Sehingga, sejumlah jalan alternatif juga dibuat oleh masyarakat bersama relawan, pemerintah, TNI AD, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Membuka Semua Akses Darat

Longsor menutupi badan jalan di Kabupaten Gayo Lues pada November 2019 (Liputan6.com/Rino Abonita)

Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan pihaknya terus mempercepat pemulihan infrastruktur konektivitas pascabencana banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah di Sumatera.

Ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah membuka seluruh akses darat, meskipun kondisi di lapangan saat ini masih sangat menantang.

"Prioritas pertama adalah membuka akses jalan agar seluruh bantuan dan peralatan dapat masuk dengan aman. Kementerian PU akan terus menambah dukungan alat berat dan personel sesuai kebutuhan, serta bekerja erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah agar penanganan berlangsung efektif," ujarnya.

35 Ruas Jalan dan 14 Jembatan Putusan Dampak Banjir Bandang

Pertamina melakukan distribusi dilakukan melalui jalur darat dengan pengawalan dua unit motor trail dari Koramil Pintu Rime Gayo, di tengah kondisi infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya pulih pascabencana banjir dan longsor. (Foto: Pertamina)

Data Kementerian PU menyebut terdapat 46 titik longsor dan 34 titik banjir yang berdampak pada 35 ruas jalan nasional serta 14 jembatan putus di Provinsi Aceh.

Kementerian PU juga mengupayakan perbaikan-perbaikan pada jalan nasional dengan pengisian agregat dan aspal pada jalan amblas, pemasangan bronjong dan geotekstil, pembuatan Dinding Penahan Tanah (DPT), penutupan longsoran dengan terpal, penimbunan ulang dan pemadatan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya