Liputan6.com, Jakarta - Seorang petani asal Kampung Tandamala, Desa Watupuda, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), bernama Ndawu Lu Kanilu (64) meninggalkan surat wasiat sebelum mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Dia meluapkan isi hatinya perihal sikap keluarganya.
Ndawa Lu Kanilu ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di sebuah pohon, sekitar 50 meter dari rumahnya, Jumat (30/1/2026).
Advertisement
Dalam saku celana korban ditemukan sepucuk surat yang ditulis tangan berisi kegalauan korban karena tidak dipedulikan oleh keluarganya.
Korban pertama kali ditemukan oleh Yiwa Tarapanjang yang kemudian menyampaikan kepada saudara kandung korban, Dominggus Kalambar Lamik. Dominggus kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Ketua RT 008, Lukas Mada dan meneruskan ke Polsek Umalulu.
Saat ditemukan, korban mengenakan peci hitam dan dilehernya terlilit seutas tali nilon warna biru.
Di dekat korban tergantung, terdapat barang milik korban di antaranya, satu lembar kain sarung Sumba warna hitam dan sebuah senter kepala di dalam karung warna putih.
Saudara korban, Dominggus mengaku sebelum kejadian, korban datang ke rumahnya dan sempat makan.
"Sekitar pukul 12. 00 Wita, korban pulang ke rumahnya di Ngguna Manggil. Saya kaget dengar kabar korban bunuh diri," ungkapnya.
Kapolres Sumba Timur, AKBP Gede Harimbawan mengatakan dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
"Dari hasil pemeriksaan luar oleh dokter pada Puskesmas Melolo, disimpulkan kalau korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena kemauan korban sendiri," ujarnya.
Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi sehingga membuat surat pernyataan penolakan. Jenazah korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk disemayamkan.
Isi Surat Wasiat
Diduga kuat korban bunuh diri dengan cara gantung diri. Hal ini diperkuat dengan keterangan saksi-saksi, kondisi TKP yang utuh, serta tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan atau keterlibatan pihak lain.
"Pemicu diduga berasal dari masalah keluarga karena adanya temuan satu lembar surat dalam saku celana korban," jelas Kapolres.
"Saya susah karena tidak ada yang pedulikan saya, yaitu adik kandung saya hingga anak-anaknya menjauh dari saya karena Umbu Tay. Anaknya namanya Oka Yura, Son, Agus anak piaranya saya sudah menjauh dari saya, hal itu saya sakit hati. Hanya surat yang sampaikan untuk yang sudah menjauh dari saya. Terimakasih untuk semuanya".
KONTAK BANTUAN
Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.
Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku
Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.
Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.