Liputan6.com, Jakarta - Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, mengaku terkejut atas keputusan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Dirut BEI Iman Rachman yang mengundurkan diri. Namun, ia menilai langkah tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab pribadi atas kondisi pasar modal belakangan ini.
Reza menyampaikan, keputusan mundur itu kemungkinan dilatarbelakangi oleh penilaian pembenahan terhadap emiten, khususnya terkait aspek free float, belum berjalan optimal sehingga memicu tekanan jual dari pelaku pasar.
Advertisement
"Ya, saya dengar juga kaget atas keputusan beliau yang tiba-tiba mundur. Akan tetapi, hal tersebut sebagaimana disampaikan beliau ialah bentuk tanggung jawab beliau. Mungkin dirasa beliau gagal dalam membenahi emiten terkait dengan free float sehingga mendapat tekanan dari aksi jual pelaku pasar sehingga beliau dengan legawa memutuskan untuk mundur,” ujar Reza kepada Liputan6.com, Jumat (30/1/2026).
Meski demikian, ia menegaskan fokus utama pasar modal seharusnya tidak berhenti pada figur pimpinan, melainkan pada upaya memperkuat fondasi pasar agar lebih sehat dan berkelanjutan. Menurut dia, momentum ini bisa menjadi titik evaluasi untuk membangun pasar yang lebih transparan, efisien, dan berintegritas.
Reza juga menilai peristiwa ini seharusnya menjadi dorongan untuk memperluas basis investor domestik. Dengan semakin banyak investor lokal yang teredukasi dan aktif, pasar modal Indonesia dinilai akan lebih tahan menghadapi gejolak akibat arus dana asing keluar.
Momen Perbaikan
“Dengan adanya kejadian kemarin, harusnya itu dapat menjadi momen perbaikan untuk memperdalam penetrasi pasar modal ke investor lokal sehingga semakin banyak masyarakat kita teredukasi dan berinvestasi di Pasar Modal Indonesia sehingga ketika terjadi turbulensi keluarnya asing maka investor-investor lokal yang dapat menyanggah Pasar Modal Indonesia. Kita kan berinvestasi berdasarkan keyakinan dan penilaian terhadap emiten bukan tergantung dari penilaian asing tersebut. Ini Pasar Modal Indonesia bukan Pasar Modal Asing,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan investor asing memang tidak bisa dipungkiri dalam dinamika pasar. Namun, menurutnya, arah pasar modal Indonesia tidak semestinya ditentukan oleh pihak eksternal semata. Termasuk soal pergantian pucuk pimpinan BEI, Reza menilai publik masih perlu menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai latar belakang keputusan tersebut.
Dirut BEI Mengundurkan Diri
Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal dalam dua hari terakhir yang mengalami tekanan.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Iman dalam keterangan singkat kepada media, tanpa sesi tanya jawab. Ia menegaskan keputusan tersebut diambil demi kebaikan pasar modal Indonesia ke depan.
“Hari ini saya akan menyampaikan satu statement, teman-teman juga udah ngikutin 2 hari terakhir bagaimana kondisi market kita 2 hari terakhir, walaupun kondisi kita pagi hari ini membaik, saya ingin menyampaikan statement dan ini tidak ada tanya jawab bahwa saya sebagai Direktur dan Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi 2 hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman kepada wartawan di Gedung BEI, Jumat (30/1/2026).